Retail Banking Akan Berevolusi, di BCA Transaksi Cabang Tinggal 1,8%

320

(Vibiznews – Banking) – Dalam event Indonesia Banking Expo 2019 di Jakarta, Rabu ini (6/11), Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Jahja Setiaatmadja mengatakan nasabah BCA sekarang lebih suka bertransaksi melalui mobile banking dan internet banking ketimbang ke kantor cabang bank.

Disebutkan Jahja Setiaatmadja saat ini transaksi nasabah BCA di cabang tinggal 1,8%, tetapi nilainya mencapai 50% dari transaksi. “Sehingga kalau dilihat sepertinya cabang sudah tidak terlalu dibutuhkan. Namun kalau dilihat dari sisi value of transaction di cabang 56%, sekarang 50% jadi ternyata Indonesia masih dibutuhkan eksistensi cabang terutama handling uang tunai, kliring, cek dan lain-lain,” ujarnya kepada media.

Terkait perkembangan perbankan digital ini, Jahja menambahkan bahwa ke depan akan terjadi revolusi cara masyarakat bertransaksi dalam bidang ritel (retail banking).

Lalu, apakah eksistensi cabang dan perbankan konvensional akan lenyap? Nampaknya, bila melihat transaction value yang masih besar, cabang masih tetap dibutuhkan.

“Tapi kalau bisnis perbankan, saya yakin bisnis korporasi, komersial, UKM dan konsumer loan KPR dan KKB masih tetap butuh konvensional hanya proses di bank akan sangat cepat. Lalu dengan korporasi ada sistem layanan sendiri dan kalau bisa connect, kita bisa layani dengan baik,” tambah Bos BCA ini kembali.

Analis Vibiz Research Center melihat bahwa yang paling terkena dampak digitalisasi di perbankan adalah sektor retail, atau retail banking. Berikutnya, harusnya consumer banking, dan juga segmen lainnya yang bersifat massal, termasuk mass market business yang ada di segmen micro banking. Kita tahu bagaimana intervensi fintech ke kelompok mikro yang semakin kuat penetrasinya hari ini. Namun, bagaimanapun kehadiran cabang masih dibutuhkan. Walau tentunya dengan jumlah yang semakin berkurang, atau dipangkas. Bukan jamannya lagi perbankan jor-joran buka cabang sana-sini. Pasar hari ini dan masa depan adalah pasar digital.

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here