Bursa Wall Street Cetak Rekor Merespon Optimisme Dagang AS-China

417

(Vibiznews – Index) Bursa Wall Street melonjak pada Kamis (07/11). Dow Jones Industrial Average mencapai rekor tertinggi pada hari Kamis setelah China mengatakan dua negara ekonomi terbesar di dunia telah sepakat untuk menghapus tarif perdagangan yang ada.

Indeks 30-saham ini naik200 poin, atau 0,7% karena indikator perdagangan Caterpillar dan Boeing keduanya naik setidaknya 1,2%.

Saham chip seperti Teknologi Micron, Perangkat Mikro Canggih dan Solusi Skyworks semuanya naik lebih dari 1%. Saham Apple naik 0,9%.

S&P 500 juga mencapai level tertinggi sepanjang masa, naik 0,5% karena sektor keuangan naik 0,8%. Saham energi juga naik 1,1%.

Sedangkan Nasda naik 0,6% ke rekor.

Gao Feng, juru bicara kementerian untuk Kementerian Perdagangan China, mengatakan bahwa kedua belah pihak telah sepakat untuk secara bersamaan membatalkan beberapa tarif yang ada pada barang satu sama lain. Jurub bicarakementerian mengatakan bahwa kedua belah pihak lebih dekat dengan apa yang disebut perjanjian perdagangan “fase satu” setelah negosiasi konstruktif selama dua minggu terakhir.

Itu terjadi setelah laporan bahwa pertemuan antara Presiden Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jinping dapat ditunda hingga Desember.

Pelaku pasar mengharapkan kedua raksasa ekonomi itu menandatangani kesepakatan akhir bulan ini, setelah Washington dan Beijing berbicara tentang kemajuan dalam pembicaraan akhir pekan lalu. AS dan China telah memberlakukan tarif pada barang satu sama lain bernilai miliaran dolar sejak awal 2018, menghancurkan pasar keuangan dan memburuknya sentimen bisnis dan konsumen.

Tetapi optimisme baru-baru ini di sekitar perdagangan AS-Cina telah membantu saham mendorong ke tertinggi sepanjang masa baru-baru ini. Selama sebulan terakhir, S&P 500 naik lebih dari 5%.

Di depan data, angka klaim pengangguran mingguan terbaru datang di 211.000, turun sedikit dari 218.000 di minggu sebelumnya.

Dalam berita perusahaan, Booking Holdings, Disney dan Activision Holdings adalah perusahaan yang akan melaporkan angka triwulanan terbaru mereka setelah penutupan pasar.

Saham Qualcomm melonjak lebih dari 7% setelah melaporkan hasil kuartalan Rabu yang melampaui ekspektasi analis. Hasil perusahaan didorong oleh kekuatan dalam bisnis lisensi Qualcomm.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bursa Wall Street berpotensi melonjak bahkan mencetak rekor merespon optimisme perdagangan AS-China .

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here