Mengapa USD Menarik Investor Saat Sentimen Pasar Membaik & The Fed “Dovish”?

590

(Vibiznews-Forex) Dolar AS telah berbaris naik secara mencolok meskipun terjadi pergerakan yang “dovish” secara dramatis di dalam kebijakan moneter the Fed pada tahun 2019. Permulaan dari berbalik turunnya pertumbuhan ekonomi global menarik dolar AS keatas bahkan memberikan inspirasi perkiraan akan siklus pemangkasan tingkat suku bunga AS, karena dolar AS dilihat sebagai salah satu matauang “safe-haven”.

Matauang cadangan dunia yang terdepan ini memberikan likuiditas yang tidak tertandingi, yang berarti relatif kurang volatil ketika arus modal bergerak masuk atau keluar. Hal ini membuat pengertian menariknya USD dengan para investor mencoba untuk menghindari pergerakan harga yang ngaco sementara keluar dari asset yang lebih beresiko ditengah berbalik turunnya pertumbuhan ekonomi global.

Namun sekarang dolar AS kelihatannya berubah dari “safe-haven currency” menjadi “carry currency” lagi.

Pada saat tahun akan segera berakhir, suatu rasa optimisme telah muncul. “Outlook” kebijakan tahun 2020 yang terkandung di dalam “Fed Fund futures” telah memberitahukan pembalikan dari “dovish” yang ekstrim yang diamat-amati, mengarah akhir dari kuartal ketiga, dengan para trader sekarang mempertanyakan apakah bahkan satu kali lagi pemangkasan tingkat suku bunga sudah siap dikeluarkan.

Gubernur Fed Jerome Powell menggemakan sentimen pasar pada konferensi pers setelah pertemuan FOMC bulan Oktober. Dia mengatakan resiko terhadap “outlook” telah bergerak ke arah yang positip, dengan menyebutkan sektor rumah tangga yang kuat, perkembangan kebijakan perdagangan yang membaik dan berkurangnya kemungkinan Brexit yang tanpa kesepakatan secara material.

USD pada awalnya jatuh pada saat “spirit” dari para investor bersinar, kelihatannya memberikan dukungan dari permintaan anti resiko. Namun jatuhnya USD ternyata mandek dengan ekspektasi ke depan bertumbuh menjadi lebih cemerlang. Dilihat lebih mendalam, pergerakan harga kelihatannya telah memperhitungkan kembali “spread” imbal hasil dari dolar AS melawan pasangan matauang utama dunia lainnya.

Masuk akal. Tanpa mengesampingkan pemangkasan tingkat suku bunga, Amerika Serikat masih menikmati premium “return” jangka pendek (2 tahun) mendekati 1.5% terhadap alternatif utamanya. Jika resiko terhadap pertumbuhan global berkurang dan kebijakan pelonggaran semua berakhir, fokus yang baru terhadap para pencari “imbal hasil” harus membuat USD menjadi menarik.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here