Market Outlook, 11-15 November 2019

597

(Vibiznews – Editor’s Note) – Minggu lalu IHSG di pasar modal Indonesia terpantau fluktuatif dan cepat tergerus aksi jual sehingga indeks balik ke range terbatasnya dalam 3 minggu terakhir, sementara bursa kawasan Asia berbeda yang umumnya menguat dalam harapan tercapainya kesepakatan bertahap dalam nego dagang AS – China. Secara mingguan IHSG ditutup melemah 0.47% ke level 6,177.986. Untuk minggu berikutnya (11-15 November 2019), IHSG kemungkinan akan berupaya rebound bertahap, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di 6304 dan kemudian 6348, sedangkan support level di posisi 6099 dan kemudian 5997.

Mata uang rupiah terhadap dollar AS pekan lalu terpantau agak sideways dengan bias positif sementara dollar global sedang rally menanjak, sehingga rupiah secara mingguan menguat 0.15% ke level Rp 14,014. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan masih dalam rentang terbatas, dalam range antara resistance di level 14,135 dan 14,185, sementara support di level Rp13,967 dan Rp13,905.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

  • Dari kawasan Amerika: berupa rilis data Core CPI m/m dan testimony Chairman the Fed Powell pada Rabu malam; disambung dengan rilis Core PPI m/m dan testimony Chairman the Fed Powell pada Kamis malam; berikutnya dengan data Retail Sales m/m pada Jumat malam.
  • Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa rilis data Prelim GDP q/q Inggris pada Senin sore; diikuti dengan rilis CPI y/y Inggris pada Rabu sore.
  • Dari kawasan Asia Australia: berupa rilis data New Loans China pada Senin pagi; dilanjutkan dengan pengumuman RBNZ Official Cash Rate – Selandia Baru pada Rabu pagi yang diperkirakan dipangkas ke level 0.75%.

 

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara umum menguat oleh berita tercapainya kesepakatan fase 1 dalam negosiasi dagang AS – China, dimana indeks dolar AS secara mingguan menguat ke 98.35. Sementara itu, pekan lalu euro terhadap dollar terpantau melemah tajam ke 1.1019, ke level 3 minggu terendahnya. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.1140 dan kemudian 1.1180, sementara support pada 1.0941 dan 1.0879.

Pound sterling minggu lalu terlihat melemah ke level 1.2772 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.2977 dan kemudian 1.3014, sedangkan support pada 1.2656 dan 1.2515. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir menguat ke level 109.28.  Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 109.50 dan 109.94, serta support pada 107.89 serta level 106.48. Sementara itu, Aussie dollar terpantau melemah ke level 0.6861. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.6930 dan 0.6985, sementara support level di 0.6807 dan 0.6707.

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum menguat dengan info adanya kesepakatan dalam pembicaraan dagang antara AS – China, walaupun sebagian pasar masih berharap dengan cemas. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau berakhir menanjak ke level 23,392. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 23591 dan 24448, sementara support pada level 22425 dan lalu 21658. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir naik ke level 27,651. Minggu ini akan berada antara level resistance di 27900 dan 28303, sementara support di 27299 dan 26386.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau berakhir menguat oleh optimisme baru pasar terhadap kesepakatan tahap pertama nego dagang yang membawa dana obligasi mengalir ke saham sehingga S&P 500 membukukan gain 5 minggu berturut-turut. Indeks Dow Jones secara mingguan menguat ke level 27,681.24, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 27774 dan 27820, sementara support di level 26918 dan 26714. Index S&P 500 minggu lalu menguat mendekati rekor ke level 3,093.08, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 3097 dan 3150, sementara support pada level 3023 dan 2976.

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau melemah –mingguan paling tajam dalam 3 tahun terakhir- oleh perkembangan positif negosiasi perdagangan yang membuat harga emas sempat menyentuh 3 bulan terendahnya, sehingga harga emas spot amblas ke level $1,459.06 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistant di $1494 dan berikut $1518, serta support pada $1438 dan $1430.

Di antara beragam ancaman risiko secara global dewasa ini, termasuk perang dagang yang maju mundur, bisa terdapat pasar aset investasi yang bergerak rally, misalnya mata uang US dollar semingguan ini. Itu sebabnya kalau ingin sukses di dunia investasi, jangan takut risiko. Risiko sudah jadi bagian inherent dari transaksi investasi, seperti dua sisi mata uang antara risk dan gain. Risiko tinggal dikelola. Kalau itu dirasa sulit, vibiznews.com adalah teman pendamping untuk keputusan investasi, baik dalam rangka risk mangement maupun dalam profit taking. Memang kami hadir untuk sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here