Rekomendasi Forex GBP/USD Minggu Ini

454

(Vibiznews-Forex) Bank of England kembali mempengaruh poundsterling – namum membuatnya turun. Setelah peringatan dari BOE, sekumpulan angka-angka level tinggi akan berkompetisi dengan berita-berita mengenai pemilihan umum yang akan mengakibatkan volatilitas yang tinggi.

Mark Carney, Gubernur Bank of England, memberikan pounsterling beban turun sebagai hadiah perpisahannya. Sementara enam dari koleganya di Monetary Policy Committee (MPC) memberikan suara untuk tetap mempertahankan tingkat bunga tidak berubah, dua anggota mendukung pemangkasan tingkat suku bunga. Michael Saunders, yang dulunya “hawkish” di dalam komite, menuntaskan perpindahannya ke kubu “dovish”. Terlebih lagi, dia mencatatkan kekuatiran di pasar tenaga kerja – yang sekarang kelihatannya merupakan bagian yang sehat dari ekonomi – sebagai salah satu dari alasan pemangkasan suku bunga.

Gubernur  Carney lalu menggambarkan gambaran ekonomi yang suram, dengan kejatuhan di manufaktur dan konsumsi yang agak tertahan. Kerusakan dari Brexit telah terjadi dan peringatannya mengenai ekonomi global – mengatakan itu kemungkinan seperti resesi – melukiskan outlook yang tidak menarik. Akibatnya “support” terhadap GBP/USD tersingkirkan. GBP/USD tumbang sebagai respon, mencuri pertunjukkan dari politik yang seharusnya menggerakkan sterling. Perdana Menteri Boris Johnson dari partai Konservatif tetap memimpin dengan 12 poin atas oposisi dari partai Buruh. Dukungan 37% untuk Tories adalah jauh dari mendapatkan garansi mayoritas absolut. Para investor memilih kesepakatan Brexit yang keras dari Johnson dan pemerintahan yang bersahabat secara bisnis daripada ketidakpastian mengenai keluarnya Inggris dan melihat garis kiri Jeremy Corbyn menduduki Downing Street.

Kecepatan berita AS-Cina telah meningkat. Laporan bahwa fase pertama dari suatu persetujuan akan ditunda ke bulan Desember menekan pasar. Negara dengan ekonomi terbesar di dunia ini tidak bisa menyetujui lokasi dari upacara penandatanganan tidak juga pengurangan tarif. Kemudian, Beijing berkata dia telah mencapai persetujuan dengan Amerika Serikat atas pengurangan tarif bertahap, membuat saham-saham pulih kembali.

Secara keseluruhan, GBP/USD telah bergerak kebanyakan karena perkembangan Inggris dan hal ini kemungkinan akan berlanjut.

Tanggal 12 Desember semakin mendekat, dan pendapat polling kemungkinan akan mempengaruhi harga poundsterling lebih kuat. Jika partai konservatifnya Johnson mengalami kemajuan melampaui 40%, sterling akan naik. Jika partai oposisi Buruh mempersempit kesenjangan dibawah 10%, GBP/USD akan turun.

Angka data ekonomi kemungkinan akan menggerakkan pounsterling lebih banyak dari sebelumnya, khususnya data-data “top-tier”.

  1. GDP: kemungkinan akan menunjukkan ekonomi terkontraksi pada kuartal ketiga. GDP tahunan kemungkinan turun melambat juga. Berita-berita peringatan akan resesi menambah kejatuhan GBP/USD.
  2. Laporan Tenaga Kerja: Perkiraan atas laporan tenaga kerja tetap bagus. Pengangguran diperkirakan tidak berubah di 3.9% dan pertumbuhan upah juga tetap tidak berubah di 3.8%.
  3. Inflasi: Dua bulan yang lalu Consumer Price Index (CPI) mengecewakan dan jatuh ke 1.7%. Untuk bulan Oktober diperkirakan naik ke 1.8%.
  4. Penjualan Ritel: Di bulan September penjualan datar dan di bulan Oktober mengarah turun 0.2%.

Polling Forex menunjukkan bahwa para ahli memandang GBP/USD “bearish” di dalam jangka pendek dan tidak ada kepastiannya setelahnya. Indikator tehnikal menaikkan kemungkinan penurunan. Support yang kuat menunggu di 1.2775 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2705 dan kemudian 1.2580. Sedangkan “resistance” terdekat menunggu di 1.2980 yang apabila terlewati akan lanjut ke 1.3013 dan kemudian 1.3135.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here