Market Mover 12 Nov : Pasar Digerakkan Perdagangan AS-Cina; Kesepakatan Dagang Tahap I Diragukan

285

(Vibiznews – Market Mover) Minggu lalu, para penasehat Presiden AS Donald Trump menyebabkan pasar gonjang-ganjing, sementara dia masih harus memutuskan apakah akan menurunkan tarif dan mengadakan kesepakatan dengan Cina atau memperpanjang perang dagang.

Sementara dari data ekonomi Amerika Serikat, ISM Non-Manufacturing PMI AS mengeluarkan angka yang bagus, menunjukkan “consumer” AS akan menarik manufaktur AS keluar dari kejatuhannya dan bukan sebaliknya. Sementara angka-angka ekonomi yang suram dari zona Euro dan pandangan Bank of England yang pesimis telah menekan Euro dan Poundsterling. Aussie terpukul oleh ketidakmauan RBA untuk menaikkan tingkat bunga, dan Loonie Kanada menderita pukulan dari kerugian di sektor pekerjaan.

Bagaimana Dengan Market Mover Pada Minggu Ini ?

Minggu ini dipenuhi dengan Market Movers yang potensial yaitu:
• Pembicaraan perdagangan antara AS dengan Cina
• Testimoni Gubernur Federal Reserve Jerome Powell di Kongres pada hari Rabu dan Kamis
• Data Ekonomi AS:
1. Data Inflasi
2. Data Penjualan Ritel

Pembicaraan Perdagangan antar AS dengan Cina
Minggu ini pergerakan harga akan banyak tergantung kepada kemajuan pembicaraan perdagangan antara AS dengan Cina. Dari komentar Trump terakhir, kelihatannya untuk mengatakan sudah terjadi kemajuan di dalam pembicaraan perdagangan adalah “premature”.

Pada hari Jumat minggu lalu Presiden AS Donald Trump memberitahukan kepada reporter bahwa dia tidak setuju untuk memundurkan tarif atas barang-barang Cina.

Komentar ini melawan pasar saham AS yang sedang “rally” dan juga melawan laporan pada hari Kamis bahwa kedua negara telah setuju untuk membatalkan tarif begitu kesepakatan perdagangan tahap I ditandatangani.

Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa penandatangan kesepakatan fase I kemungkinan akan ditunda ke Desember atau bahkan dibatalkan samasekali. Hal ini bisa menjadi lebih jelas pada saat pidato Trump di Economic Club of New York pada tanggal 12 November.

Testimoni Gubernur Federal Reserve Jerome Powell
Gubernur Federal Reserve Jerome Powell akan memberikan testimoni mengenai ekonomi di depan Kongres pada tanggal 13 Nopember. Testimoni Powell yang akan diperhatikan dengan ketat adalah apakah dia akan membukakan tanda-tanda bahwa Fed berniat mempertahankan tingkat bunga atau tidak. Kemungkinan komentar dari Powell dalam rangka mempertahankan tingkat bunga adalah komentar yang bersyarat.

Setelah tiga kali memangkas tingkat bunga berturut-turut, sangat tidak mungkin ada pemangkasan lagi dalam jangka pendek di bulan Desember, namun bisa jadi akan terjadi pada tahun 2020. Apalagi dengan melihat pertumbuhan GDP yang sedikit melambat di kuartal ke 4 dan akan tetap lemah pada tahun depan. Ini akan membuat Fed diyakinkan untuk memberikan sedikit pelonggaran lagi.

Namun sementara ini gambaran besarnya adalah mereka nampaknya sudah nyaman dengan pemikiran bahwa mereka telah melakukan cukup banyak.

Data Ekonomi AS
1. Inflasi
Inflasi telah menjadi laporan yang semakin penting dengan mempertimbangkan komentar the Fed yang terakhir bahwa mereka tidak akan mempertimbangkan untuk menaikkan tingkat bunga sampai inflasi telah membaik secara signifikan. Sudah ada sedikit perbaikan pada beberapa bulan yang lalu, namun tidak ada tanda-tanda kenaikan yang signifikan selama ini. Secara umum, gambaran inflasi Amerika Serikat adalah lemah.

2. Penjualan Ritel
Konsumsi telah menjadi bagian yang lebih kuat dari ekonomi AS, namun data bulan September mengecewakan dengan penurunan 0.3% secara umum dan 0.1% secara penjualan inti. Publikasi bulan Oktober kemungkinan akan menunjukkan angka yang lebih baik – peningkatan 0.1% secara umum dan 0.3% di dalam penjualan eceran inti.
Control group membawa ekspektasi lompatan 0.7% setelah tetap datar sebelumnya.

Pengaruh Terhadap Pergerakan Harga

Pembicaraan Perdagangan AS dengan Cina
Apabila penandatanganan kesepakatan perdagangan tahap pertama pada bulan Desember tertunda atau bahkan dibatalkan, maka harga saham akan berbalik turun dan harga emas serta obligasi akan naik.

Testimoni Gubernur Federal Reserve Jerome Powell
Apabila Powell di dalam testimoninya memberikan indikasi tidak akan ada pemangkasan tingkat suku bunga lagi, maka USD akan naik dan akibatnya pasangan matauang EUR/USD & GBP/USD akan mengalami penurunan.

Inflasi AS
Dengan masih lemahnya inflasi AS, maka kenaikan kembali tingkat suku bunga AS masih jauh sehingga tidak ada dorongan naik terhadap USD

Penjualan Ritel AS
Membaiknya angka penjualan ritel bisa mendorong kenaikan USD sehingga otomatis akan memberikan tekanan turun terhadap pasangan mata uang EUR/USD dan GBP/USD dan harga emas.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here