Dolar AS Kembali Tertekan Setelah Pidato Presiden AS Donald Trump

121

(Vibiznews-Forex) Dolar AS yang diukur dengan Indeks Dolar AS (DXY) mengalami tekanan jual setelah menyentuh ketinggian beberapa minggu di area 98.40 pada hari Jumat minggu lalu.

DXY memperoleh kembali kenaikannya pada hari Selasa kemarin, meninggalkan pergerakan harga yang negatif pada hari Senin dan sekali lagi mengetes puncak baru-baru ini di area 98.40, menjelang pidato Presiden AS Donald Trump di Economic Club of New York.

Di dalam pidatonya Presiden Trump mengirimkan pesan yang bercampur. Dia mengatakan,”Kita sudah dekat – kesepakatan fase pertama yang signifikan bisa terjadi, bisa terjadi segera.” Dia mengatakan ini di dalam konteks pernyataan yang menyatakan bahwa Cina sangat menginginkan untuk membuat kesepakatan perdagangan dengan AS dan langkah pertama dari suatu persetujuan yang lebih luas sudah dekat untuk diselesaikan. Namun, menurut teks yang penuh dari pidatonya yang dirilis oleh C-Span, Presiden Trump juga berkata,”sekali lagi, jika kita tidak membuat kesepakatan dengan  Cina…..jika kita tidak membuat kesepakatan, kita akan menaikkan tarif secara substansial. Ini berlaku untuk setiap negara lainnya yang memperlakukan kita dengan tidak benar.”

Setelah pidato Presiden Trump yang mengirimkan pesan yang bercampur, DXY kembali tertekan dan turun ke 97.90 an.

Penurunan lebih lanjut akan berhadapan dengan “support” terdekat di 97.80 yang apabila berhasil ditembus akan lanjut ke 97.52 dan kemudian 97.11. Sedangkan “resistance” terdekat berada di 98.42 yang apabila berhasil ditembus akan lanjut ke 98.50 dan kemudian 98.75.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here