Google Bersiap Masuk ke Industri Perbankan; Diberi Nama “Cache”

667
new-google-logo

(Vibiznews – Banking) – Raksasa teknologi Google dikabarkan siap memasuki dunia perbankan yang penuh kompetisi, menambah lini bisnisnya yang panjang, sementara pihak regulator juga bersiap memeriksa kemungkinan masalah antipersaingan.

Raksasa web search itu akan menawarkan rekening giro mulai tahun depan melalui kemitraan dengan Citigroup dan credit union Universitas Stanford. Konsumen akan mengakses akun mereka melalui aplikasi Google Pay, yang berarti tidak bersaing secara langsung dengan bank tradisional yang memiliki banyak cabang, demikian dilansir dari The Sidney Morning Herald, Kamis (14/11).

Pengaturan ini memberikan Google potensi data baru tentang kebiasaan belanja, pendapatan, dan detail lainnya, yang berharga untuk lebih memahami data konsumen pada umumnya. Tetapi kemungkinan juga akan menghadapi pengawasan sebagai bagian dari penyelidikan pihak regulator finansial AS kepada Google.

Program perbankan ini akan dikenal sebagai “Cache”, sebagaimana dilaporkan oleh The Wall Street Journal.

Memang detail dari fasilitas rekening giro ini, seperti biaya dan persyaratannya belum tersedia. Dengan sudah tersedianya beragam pilihan jasa perbankan dari yang mobile, online, dan tradisional, Google harus menemukan sesuatu untuk membedakan Cache dari pesaingnya, serta meyakinkan nasabah untuk beralih.

Sebelumnya Google sudah pernah bekerjasama dengan raksasa teknologi termasuk Facebook, untuk meluncurkan crypto currency yang dikenal dengan Libra, serta dengan Apple, yang memiliki dompet ponsel dan kartu kredit, yang telah masuk ke industri jasa keuangan.

Di pihak lain, bank-bank AS telah berjuang selama ini dengan bereaksi terhadap gebrakan Silicon Valley ke dunia perbankan. Beberapa bank telah bermitra dengan start-ups teknologi dengan harapan akan mendapatkan akses ke nasabah muda yang mungkin menolak bank tradisional tetapi akan membutuhkan KPR atau pinjaman UKM di kemudian hari.

Tetapi disebutkan juga, industri perbakan telah bersaing dengan sejumlah perusahaan teknologi yang menyediakan beberapa layanan perbankan langsung kepada konsumennya. Misalnya, Square, perusahaan mobile payments, dan Rakuten, yang dikenal sebagai Amazon-nya Jepang, serta operator program Ebates, yang telah mengajukan lisensi perbankan khusus yang memungkinkan perusahaan menawarkan rekening giro dan tabungan bagi nasabah.

Walmart pernah berusaha untuk mendapatkan lisensi sejenis itu pada lebih dari satu dekade yang lalu, tetapi kemudian mundur di tengah resistensi yang agresif dari sektor perbankan. Perbankan diperkirakan juga akan melakukan kampanye serupa terhadap Rakuten dan Square.

Google nampaknya berupaya mengambil rute yang lebih aman terhadap ancaman, melalui kemitraan dengan Citigroup, yang akan mengendalikan pengaturan rekening giro yang ditawarkan oleh raksasa teknologi ini. Tetapi beberapa eksekutif senior bank telah memperingatkan bahwa perusahaan teknologi ini dapat memanfaatkan relasi tersebut untuk membangun infrastruktur keuangan mereka sendiri atau menyedot data konsumen yang berharga.

Citigroup dan Google akan menjadi co-branded pada rekening yang ditawarkan, demikian dari The Sidney Morning Herald (14/11).

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here