Weekly Market Mover Soft Commodities : Coffee, Sugar, Cocoa

488

(Vibiznews – Commodity) –  Pada minggu ini harga soft commodity mengalami penurunan dari rekor pada hari Jum’at , kecuali harga kakao New York naik.

Harga kopi Arabika turun dari tertinggi 3 ½ bulan hari Jumat minggu lalu, dan harga kopi Robusta turun dari harga tertinggi  3 ½ bulan hari Kamis. Harga gula di ICE New York turun karena melemahnya real Brazil  harga gula turun ke 14 bulan terendahnya  hari Kamis dan harga gula putih turun ke 1 ¾ bulan terendah pada hari Jumat. Harga kakao naik ke harga tertinggi  6 bulan pada hari Jumat  dan harga kakao di London turun dari harga tertinggi 3 tahun pada hari Kamis.

Adapun Faktor – Faktor  Pergerakan Harga Pada Minggu ini adalah sebagai berikut:

Harga  Kopi Arabika Desember ditutup turun  $1.9 (1.76%) menjadi $106.15 perpound  dan harga kopi Robusta Januari di ICE London turun 1.62% .

Faktor  Penggerak  Pasar  Kopi :

  • Perkiraan produksi kopi  dunia  (Oktober – September ) 2019/20 turun  9%  dari tahun lalu menjadi 167.4 juta kantong  dibanding rekor tahun 2018/19 sebesar  169.727 juta menurut  ICO.
  • Perkiraan Konsumsi  global naik  5% dari tahun lalu  menjadi 167.9 juta kantong menurut  ICO.
  • Pasar kopi dunia akan turun menjadi defisit di 2019/2020 sebesar 502,000 kantong dari surplus 3.7 juta kantong di 2018/19 menurut ICO.
  • Perkiraan produksi kopi global 2019/20 akan turun 3.1% dari tahun lalu menjadi 169.130 juta kantong dari rekor 174.500 juta kantong di 2019/20 menurut USDA.
  • Persediaan akhir global untuk kopi di 2019/20 akan turun 7.7% dari tahun lalu menjadi 33.545 juta kantong dari 36.448 juta kantong di 2018/19 menurut USDA.

Harga gula Maret di ICE New York pada penutupan hari Jumat turun 8 sen  (0.62%) menjadi  $12.73 perpound, dan harga gula putih Desember  di  ICE London 2.63%.

Faktor  Penggerak Pasar Gula :

  • Produksi gula dunia di 2019/20 (Apr – Mar) aka turun 2.3% dari tahun lalu menjadi 172 MMT, setelah pada 2018/19 naik 0.6% dari tahun lalu mencapai rekor 185.2 MMT menurut ISO.
  • Pasar gula dunia di 2019/20 akan menjadi defisit 4.8 MMT dari surplus 1.7 MMT di 2018/2019 menurut ISO
  • Produksi gula di Brazil, negara produsen gula terbesar di 2019/20 akan naik 17.4% dari tahun lalu menjadi 34.1 MMT, setelah produksi di tahun 2018/19 turun 17.2% dari tahun sebelumnya ke terendah 11 tahun menjadi 34.1 MMT menurut Conab.
  • Produksi gula India, produsen gula terbesar kedua dunia, di tahun 2019/20 akan turun 15% dari tahun lalu sampai ke terendah tiga tahun menjadi 28 MT karena kering dan tertundanya musim monsoon menurut India National Federation of Cooperative Sugar Factories Ltd.

Harga kakao Desember di  ICE New York  naik  $5 (0.18%) menjadi  $2,766 per ton,  dan  harga kakao di ICE London turun  0.19%,

Faktor Penggerak Harga Kakao

  • Perkiraan Produksi Kakao dunia di 2018/19 naik 4.3% dari tahun lalu mencapai rekor tertinggi di 4.85 MMT dan kakao bubuk global naik 4% dari tahun lalu mencapai tertinggi 4.78 MMT menurut
  • Pasar kakao dunia surplusnya naik di 2018/19 menjadi 18,000 MT dari surplus di 2017/18 di 9,000 MT menurut ICCO
  • Perkiraan produksi Ivory Coast 2018/19 ( panen utama Okt – Mar, panen pertengahan Mei – Agt ) turun 7.8% dari tahun lalu menjadi 830,000 MT menurut ICCO

Loni T/ Analyst Vibiz Research Centre – Vibiz Consulting Group

Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here