Selasa Ini Kemenkeu Melelang 7 Seri SPN dan SUN; Akan 3x Rilis di Akhir Tahun

499
Vibizmedia

(Vibiznews – Bonds) – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berencana akan merilis surat utang sebanyak tiga kali pada menjelang akhir tahun ini. Hal itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan likuiditas agar realisasi belanja masing-masing kementerian/lembaga mendekati target pagu anggaran.

Pada Selasa ini (19/11) Kemenkeu menggelar lelang surat utang negara (SUN) dengan target indikatif untuk lelang SUN sebesar Rp 15 triliun, dimana target maksimalnya hingga Rp 30 triliun.

Ada tujuh seri SPN dan SUN yang dilelang pemerintah. Seri yang ditawarkan yakni SPN03200220 (new issuance), SPN12200814 (reopening), FR0081 (reopening), FR0082 (reopening), FR0080 (reopening), FR0083 (reopening), FR0076 (reopening).

Sebagai info, sewaktu lelang SUN 5 November yang lalu, total penawaran yang masuk mencapai Rp 67,97 triliun. Dari total penawaran masuk, pemerintah memenangkan Rp 24,25 triliun.

Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan penerbitan utang bisa dilakukan sebanyak tiga kali lagi sampai akhir tahun. Hal ini sesuai dengan jadwal penerbitan yang sudah dirancang dalam pelaksanaan APBN 2019.

“Sampai akhir 2019 kalau sesuai rencana masih ada dua kali lelang Surat Utang Negara (SUN) dan satu kali Surat Berharga Syariah Negara (SBSN),” jelas Suahasil kepada media, Senin (18/11).

Dijelaskannya bahwa penerbitan utang jelang akhir tahun bisa dilakukan pemerintah bila kebutuhan belanja kian meningkat dan mendesak. Kementerian keuangan disebutkan ingin memenuhi kebutuhan likuiditas agar realisasi belanja masing-masing kementerian/lembaga mendekati target pagu anggaran.

Dikatakannya: “Supaya bisa mendorong pertumbuhan ekonomi, kami akan pertimbangkan dan seimbangkan terus.”

Pemerintah, katanya, akan menerapkan prinsip oportunis dalam menerbitkan utang kepada sumber utang dari dalam maupun luar negeri.

“Strateginya oportunis, kami mencari timing yang pas, harga yang pas, dan kondisi yang pas untuk masuk ke pasar, untuk mendapatkan yield dan suku bunga yang paling rendah untuk APBN,” terangnya.

Selain itu, pemerintah, sambungnya, akan menerbitkan utang dengan hati-hati. Sebab, pemerintah perlu mempertimbangkan jumlah utang yang sudah dimiliki saat ini lengkap dengan jatuh tempo pengembalian utang yang harus dipenuhi.

Menurut analis pasar, sementara itu, seri yang diperkirakan bakal laris yakni, seri FR0081 yang jatuh tempo 15 Juni 2025, seri FR0080 yang akan jatuh tempo di 15 Juni 2035 dan seri FR0082 yang akan jatuh tempo 15 September 2030. Seri-seri tersebut diprediksi bakal banyak dilirik karena diramal menjadi seri acuan untuk tahun depan.

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here