Dua Tantangan Terbesar Ekonomi Zona Eropa

468

(Vibiznews – Economy & Business) Tanda-tanda pengambilan risiko keuangan yang berlebihan serta penurunan profitabilitas bank adalah beberapa tantangan terbesar di kawasan Eropa, Bank Sentral Eropa (ECB) mengatakan pada hari Rabu (20/11).

Zona Eropa telah berjuang untuk tumbuh setelah krisis utang pemerintah tahun 2011. ECB, yang mengawasi kebijakan moneter di seluruh wilayah beranggota 19 negara ini telah mengadopsi beberapa langkah stimulus sejak saat itu untuk meningkatkan ekonomi. Pada 2018 ECB memutuskan untuk mengurangi beberapa stimulus di tengah data yang membaik. Namun, bank sentral kembali ke posisi pelonggaran dengan kekuatan penuh pada bulan September tahun ini karena harga dan tingkat pertumbuhan sedang melemah.

Luis de Guindos, Wakil Presiden ECB mengatakan kepada CNBC Rabu bahwa laporan saat ini melihat dua perbedaan utama dari penilaian stabilitas keuangan yang dibuat pada bulan Mei. “Yang pertama adalah lingkungan suku bunga lebih rendah yang lebih panjang dan yang kedua adalah bahwa pertumbuhan lebih kecil dari pada enam bulan yang lalu.”

Wilayah Eropa diatur untuk tumbuh 1,1% tahun ini dan 1,2% pada tahun 2020, menurut perkiraan ECB yang dirilis pada bulan September.

Bank sentral telah memperingatkan di bulan Mei tentang “risiko penurunan yang terus-menerus,” yang mencakup ketidakpastian perdagangan global dan kepergian Inggris dari Uni Eropa. Sekarang ECB percaya kedua risiko ini menjadi kurang jelas, tetapi memperingatkan potensi guncangan lain dalam sistem keuangan.

Guindos menyatakan ada dua tantangan utama yaitu rendahnya profitabilitas bank-bank Eropa dan peningkatan pengambilan risiko.

Menurut bank sentral, lembaga-lembaga seperti dana investasi dan perusahaan asuransi lebih berani mengambil risiko di lingkungan suku bunga rendah saat ini. Ini berarti bahwa jika terjadi goncangan pasar yang tiba-tiba, misalnya, tekanan di antara lembaga-lembaga ini dapat menyebar ke sistem keuangan yang lebih luas – yang menyebabkan kerugian bagi perusahaan dan individu.

ECB juga mengutip dalam laporan stabilitas keuangannya risiko di pasar properti. Perusahaan-perusahaan berisiko mengambil lebih banyak pinjaman dan harga properti terus meningkat di “sejumlah” negara-negara kawasan euro.

Sementara itu, laporan ECB juga menyatakan bahwa profitabilitas bank di kawasan Eropa cenderung memburuk. Laporan tersebut menyatakan bahwa kesalahan masa lalu oleh bank telah membebani profitabilitas bank global.

Guindos menyarankan bahwa bank-bank zona euro harus melihat merger sebagai cara untuk memotong biaya dan meningkatkan profitabilitas.

Merger antara bank-bank zona Eropa agaknya menjadi subyek yang kontroversial setelah Deutsche Bank dan Commerzbank gagal mencapai kesepakatan awal tahun ini.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here