Rekomendasi Forex GBP/USD 25-29 November

489

(Vibiznews-Forex) Sementara pendapat di dalam polling condong ke Konservatif, debat di televise menguntungkan partai Buruh. Berita-berita pemilihan umum kemungkinan akan mendominasi minggu terakhir dari bulan November, namun berita-berita perdagangan dan perkembangan yang lainnya juga sudah siap keluar.

Minggu lalu dimulai dengan positip oleh Perdana Menteri Boris Johnson dan Poundsterling. Pendapat polling menjelang pemilihan pada tanggal 12Desember menunjukkan Perdana Menteri dari partai Konservatif menang dua digit atas partai oposisi Buruh.

GBP/USD menyentuh ketinggian dari 1.2985, level ketinggian baru untuk bulan November, namun segala sesuatu berubah setelah debat televisi. Hasil polling lebih jauh secara detil, menunjukkan bahwa pemimpin oposisi mengalahkan Perdana Menteri. Sterling pun menemukan dirinya diposisi bawah sekali lagi.

Poundsterling juga menderita dari Purchasing Managers’ Indexes yang buruk. Rilis pendahuluan yang pertamakalinya dari PMI Jasa dan Manufaktur sebelum akhir dari bulan November menunjukkan kedua sektor mengalami kontraksi.

Ditempat lain, hubungan AS-Cina memburuk setelah Senat AS secara aklamasi meloloskan rancangan undang-undang yang mendukung protester yang pro-Democracy di Hong Kong. Beijing menyatakan kemarahannya dengan memanggil duta besar AS di Cina. Krisis di Hong Kong semakin menjadi dan membebani pasar saham, sentimen “risk-off” mendorong naik dolar AS yang “safe-heaven”.

Para pejabat dari Federal Reserve telah memberikan kepastian dari sikap mereka bahwa ekonomi AS sedang berjalan dengan baik dan bahwa bank sentral AS ini berencana untuk tetap mempertahankan tingkat bunganya tidak berubah untuk sekarang ini.

Dengan waktu terus berjalan menuju tanggal 12 Desember, pendapat dari polling akan lebih berdampak secara signifikan. Apakah Corbyn bisa meyakinkan para pemungut suara untuk mendukung dia dan bukannya Johnson? Apabila bisa, hal ini akan membebani poundsterling. Namun, jika partai Konservatif memperpanjang keunggulannya, Sterling kemungkinan akan mengalami rally. Kesalahan sedikit saja bisa membuat pengaruh yang besar, apalagi kalau terjadi skandal yang signifikan.

Selain dari pemilihan umum, kalender ekonomi Inggris sendiri sedang tidak ada event penggerak pasarnya.

Berita-berita mengenai perdagangan AS-Cina akan menggoncangkan dolar AS dengan tenggat waktu tanggal 15 Desember, dimana tarif baru akan berlaku, semakin mendekat. Jika kedua negara dengan ekonomi terbesar di dunia ini bisa mencapai kesepakatan, dolar AS yang “safe-haven” akan berada di bawah tekanan.

Selain itu dari data ekonomi AS akan ada beberapa angka perumahan dan keyakinan konsumen, selain angka GDP yang diperkirakan kemungkinan muncul di 1.9% per tahun untuk kuartal ketiga, tingkat pertumbuhan yang melambat, meskipun masih lebih cepat dibandingkan dengan negara-negara maju lainnya. Data ekonomi lainnya adalah Laporan Durable Goods Orders yang diperkirakan pada bulan Oktober tidak akan ada penambahan yang substansial di dalam belanja jangka panjang.

GBP/USD telah kehilangan momentum kenaikannya dan diperdagangkan didalam tren turun, meskipun “cable” terus bertahan diatas SMA 50, 100 dan 200 hari, suatu tanda “bullish”. Gambaran keseluruhan bercampur.

“Resistance” awal menunggu di 1.2985 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3055 dan kemudian 1.3200. Sedangkan “support” terdekat berada di 1.2760 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2700 sebelum akhirnya lanjut ke 1.2580.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here