Barito Pacific (BRPT) Menerbitkan Obligasi, Kupon >9%; Sahamnya Melejit dalam 5 Minggu

999

(Vibiznews – Bonds) – PT Barito Pacific Tbk (BRPT), yang bergerak dalam bisnis petrokimia terintegrasi, berencana menerbitkan obligasi yang pertamanya dalam denominasi rupiah. Obligasi akan ditawarkan dalam 2 seri, yakni seri A dengan tenor tiga (3) tahun dengan indikasi kupon 9.00% – 9.75% per tahun. Sementara obligasi seri B berjangka waktu lima (5) tahun dengan tingkat bunga 9.25% – 10.00% yang dibayarkan setiap triwulan.

Disebutkan obligasi ini akan diterbitkan melalui mekanisme Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) senilai Rp 1,5 triliun. Untuk periode ini, emiten BRPT akan menerbitkan obligasi tahap I senilai Rp 750 miliar.

Direktur Utama PT Barito Pacific Tbk Agus Salim Pangestu mengatakan dalam acara Investor Gathering (25/11), penerbitan obligasi dalam denominasi mata uang Rupiah merupakan bentuk usaha Perseroan dalam me-rebalancing profil utang.

Agus menjelaskan, hanya sebanyak 7% dari total utang Grup Barito yang menggunakan mata uang Rupiah. Sementara sisanya dalam bentuk dollar AS. Di sisi lain, utang BRPT semuanya dalam dalam denominasi dollar AS.

Diharapkan juga, penerbitan obligasi dalam denominasi Rupiah ini dapat mengurangi risiko nilai tukar mata uang (currency risk).

Obligasi yang ditawarkan oleh BRPT telah memperoleh peringkat idA oleh Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

BRPT sendiri disebutkan tidak menargetkan segmentasi investor dalam penerbitan obligasi ini. Investor ritel maupun investor institusi dapat saja untuk membeli obligasi BRPT.

”Jadi, kami sedang membina pasar domestik supaya investor domestik ikut berpartisipasi di proyek-proyek yang akan datang,” terang Agus kepada media.

Sebagai info, saat ini BRPT tengah fokus untuk melakukan beberapa ekspansi sebut saja pembangunan pabrik Chandra Asri Petrochemical (CAP) 2 serta proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa unit 9 dan 10 di Banten.

Dua proyek tersebut, sebut Agus, menghabiskan dana investasi sekitar US$ 8 miliar yang akan diluncurkan lima tahun mendatang.

Analis Vibiz Research Center melihat, di sisi lain, harga saham BRPT terus melonjak belakangan ini. Saham yang tercatat hari ini (26/11) di kisaran Rp1.280, pada 5 minggu lalu, tepatnya 10/10, masih di level Rp875. Artinya telah terjadi kenaikan sekitar 46,3%. Rencana ekspansi perusahaan nampaknya telah menjadi pemicu kenaikan sahamnya.

Seperti diketahui, pada bisnis petrokimia, melalui perusahaan anak, PT Chandra Asri Petrochemcial Tbk., Barito Group sedang melakukan ekspansi kapasitas produksi. Perseroan juga dikabarkan menggarap bisnis panas bumi melalui anak usahanya, Star Energy. Selain itu, BRPT melalui anak usahanya, Griya Idola Industrial Park sedang mengincar penjualan lahan kawasan industri seluas 12,6 hektare.

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here