Market Mover 26 November : Kejutan Dalam Kemajuan Pembicaraan Perdagangan AS-Cina

325

(Vibiznews – Market Mover) Minggu lalu hubungan AS-Cina memburuk setelah Senat AS secara aklamasi meloloskan rancangan undang-undang yang mendukung protester yang pro-Democracy di Hong Kong. Beijing menyatakan kemarahannya dengan memanggil duta besar AS di Cina. Krisis di Hong Kong semakin menjadi dan membebani pasar saham, sentimen “risk-off” mendorong naik dolar AS yang “safe-heaven”.

Para pejabat dari Federal Reserve telah memberikan kepastian dari sikap mereka bahwa ekonomi AS sedang berjalan dengan baik dan bahwa bank sentral AS ini berencana untuk tetap mempertahankan tingkat bunganya tidak berubah untuk sekarang ini.

Risalah pertemuan dari FOMC baru-baru ini menunjukkan dukungan yang luas atas pemangkasan tingkat suku bunga yang terakhir – yang ketiga kalinya berturut-turut – tapi para anggota juga mendukung penghentian sementara yang panjang. Sikap the Fed yang “wait & see” ini bertentangan dengan pembelian obligasi oleh ECB yang terus berlangsung.

Meskipun GDP final dari Jerman telah memberikan konfirmasi bahwa bangsa ini telah lolos dari penurunan balik di kuartal ketiga, namun statistik belakangan memberikan gambaran yang lebih gelap. Markit sementara dari Purchasing Managers’ Indexes untuk bulan November telah memperlambat sektor jasa. Meskipun manufaktur mengalami kontraksi dengan kecepatan yang lebih moderat, hal ini telah menyeret turun baik ekonomi Jerman maupun ekonomi zona Euro. Poundsterling juga menderita dari Purchasing Managers’ Indexes yang buruk. Rilis pendahuluan yang pertamakalinya dari PMI Jasa dan Manufaktur sebelum akhir dari bulan November menunjukkan kedua sektor mengalami kontraksi.

Bagaimana Dengan Market Mover Pada Minggu Ini ?

Berita-berita pembicaraan perdagangan AS-Cina akan terus mendominasi pasar, apalagi dengan semakin dekatnya tanggal 15 Desember yang merupakan waktu jatuh tempo pengenaan tarif baru AS terhadap produk-produk Cina. Selain itu akan ada data AS yang akan keluar sesuai dengan kalender ekonomi AS yaitu: PCE Price Index, Perkiraan GDP AS kuartal ketiga dan Order Durable Goods.

Perdagangan AS – Cina
Perdagangan AS-Cina sekali lagi akan menjadi penggerak sentimen para trader dan investor dengan Cina dilaporkan mengundang para pejabat AS untuk pembicaraan tingkat tinggi pada minggu ini. Jika hal ini terjadi maka para investor dan trader akan menginterpretasikan hal ini sebagai tanda kemajuan.

Minat terhadap resiko dari para trader dan investor lebih bagus memulai minggu yang baru karena berita yang mengejutkan bahwa Cina berkata akan melangkah maju dalam usahanya untuk melindungi hak properti intelektual. Berita terbaru memberikan indikasi bahwa pemerintah Cina berkata akan menaikkan hukuman atas pencurian properti intelektual pada hari Minggu, sesuatu yang Amerika Serikat telah menuntut sejak lama.

Ini adalah elemen kunci yang Amerika Serikat inginkan atas Cina, untuk membuat reformasi dalam hal hal properti intelektual, agar tercapai kesepakatan perdagangan. Bisa jadi pendekatan yang keras dari AS mengenai kesepakatan perdagangan dengan Cina sedang menekan Cina untuk menyelesaikan kesepakatan segera.

Data Ekonomi AS
Meskipun ada beberapa data kunci yang diskedulkan akan dirilis pada minggu ini, Wall Street kemungkinan akan selesai segera pada pertengahan hari Rabu dengan orang-orang Amerika memulai liburan akhir minggu yang panjang merayakan hari Thanksgiving. Traders harus menyadari akan volatilitas tambahan sehubungan dengan minggu liburan. Setiap orang yang punya uang bisa menggerakkan pasar.

Ada tiga data kunci AS pada hari Rabu yaitu PCE Price Index, Perkiraan GDP AS kuartal ketiga dan Order Durable Goods.

1. Personal Consumtion Expenditure (PCE) Price Indeks adalah ukuran inflasi yang menjadi favorite dari the Fed. Jika inflasi yang keluar melemah, the Fed bisa terpaksa memangkas lagi tingkat suku bunga pada tahun depan. Dan kelihatannya pada kuartal pertama 2020, data yang keluar akan melemah sehingga Amerika Serikat akan harus memangkas tingkat suku bunga lagi.

2. GDP AS: Menurut rilis pertama dari GDP kuartal ketiga, ekonomi bertumbuh 1.9% setahun. Tingkat inflasi yang tidak mengesankan namun diatas dari negara-negara maju lainnya. Kenaikan diatas level 2% akan mendorong dolar AS naik, sedangkan penurunan kearah 1.5% akan membebani dolar AS.

3. Order “durable goods” AS: Order durable goods AS berhubungan dengan investasi. Selama ini investasi selalu berada pada posisi bawah dan membebani ekonomi AS. Pada bulan September, order “durable goods” umum turun 1.2% dan order inti turun 0.4%. Kali ini diperkirakan akan naik.

Pengaruh Terhadap Pergerakan Harga

Perdagangan AS-Cina
Jika kesepakatan fase pertama berhasil ditandatangani, maka akan semakin banyak sentimen “risk-on” yang mana akan membuat harga-harga saham menjadi “bullish” lagi dan demikian juga USD akan mendapatkan dorongan naik. Sebaliknya harga emas akan anjlok.

Data Ekonomi AS
Setiap hasil yang lebih baik daripada yang diperkirakan, dari data inflasi PCE, GDP AS kuartal ketiga dan order “durable goods”, akan membuat dolar AS mengalami kenaikan dan dengan demikian memberikan tekanan terhadap EUR/USD dan GBP/USD.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here