Top 10 Tren Teknologi dalam Bisnis Ritel: Apa Saja?

8264

(Vibiznews – Business) – Teknologi telah mengubah cara setiap industri dalam melakukan bisnis dengan membantu menciptakan efisiensi, menghemat biaya, dan menyediakan produk dan layanan yang lebih baik. Bisnis ritel juga telah mengadopsi teknologi untuk keuntungan mereka. Berikut adalah top 10 dari tren teknologi yang akan mengubah perbelanjaan, sebagaimana dilansir dari Forbes baru-baru ini (25/11).

  1. Extended Reality

Teknologi virtual dan augmented reality telah menawarkan retailers beberapa cara untuk meningkatkan pengalaman pelanggan. Dari browsing produk hingga benar-benar bisa “mencoba memakainya,” extended reality sudah digunakan oleh banyak pengecer saat ini. Pengecer pakaian olahraga remaja Tilly telah menawarkan kepada para pelanggannya pengalaman berburu kembali-ke-sekolah yang membantu konsumen menjelajahi berbagai pakaian dan aksesori. Aplikasi IKEA Place ARKit dapat membantu Anda menentukan apakah furnitur yang ingin dibeli cocok dan terlihat bagus di rumah Anda. Di masa depan, extended reality akan memungkinkan konsumen untuk berbagi pengalaman berbelanja virtual mereka dengan orang lain.

  1. Predictive Analytics (Big Data)

Para peritel tidak pernah memiliki masalah dalam mengumpulkan banyak data, tetapi menganalisis dan menggunakan data untuk memecahkan masalah atau membuat solusi baru merupakan suatu perjuangan. Analisis prediktif (predictive analytics) dapat mengubah itu. Sekarang peritel bisa lebih proaktif memandang masa depan dengan menganalisis perilaku dan tren konsumen dari masa lalu. Ketika pengecer berhasil menganalisis data, mereka dapat memahami informasi penting terkait perilaku pembelian (purchasing behaviour) konsumen, menjadikan pengalaman berbelanja lebih personal, menunjukkan di mana posisi kebutuhan konsumen, meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya rantai pasokan dan banyak lagi. Analitik prediktif membantu peritel lebih cerdas, lebih efisien, dan semakin mengurangi biaya.

  1. Momen Mikro

Coba pikirkan bagaimana Anda menggunakan Google atau search engine lainnya. Anda mengandalkannya untuk menemukan apa yang Anda butuhkan saat (momen) ini, untuk apapun itu. Peritel yang dapat memenuhi kebutuhan pelanggan momen “saat ini” akan memiliki keunggulan kuat. Berkat akses digital ke konsumen dan kemampuan analitik yang kuat, bisnis ritel dapat menangkap momen dan membantu konsumen saat mereka membutuhkannya dan bahkan dapat mengantisipasi apa yang mungkin dibutuhkan pelanggan sebelum mereka menyadarinya.

  1. Recommendation Engines

Alat teknologi canggih lainnya untuk pengecer adalah mesin rekomendasi (recommendation engines) yang membantu pelanggan menemukan hal-hal yang mereka tidak tahu bahwa mereka membutuhkannya, dan untuk membantu menawarkan opsi ke konsumen pada waktu yang relevan dalam pengalaman belanja mereka. Mesin rekomendasi telah menjadi semakin baik dari waktu ke waktu. Semakin banyak data algoritma dalam menilai perilaku belanja pelanggan, semakin baik rekomendasinya. Pengecer diuntungkan dengan meningkatnya permintaan dan meningkatnya kepuasan pelanggan. Amazon, Netflix, dan Spotify adalah sebagian mesin rekomendasi yang mungkin sudah Anda kenal.

  1. Otomasi Pemenuhan Pesanan

Pada akhir 2025, diperkirakan lebih dari 580.000 autonomous mobile robots (AMR) yang akan dikerahkan untuk membantu gudang memenuhi pesanan pelanggan. Banyak pengecer melakukan penyesuaian terhadap apa yang disebut “Efek Amazon” dan mengeksplorasi otomatisasi pemenuhan pesanan untuk meningkatkan kecepatan dan fleksibilitas operasi agar dapat bersaing dengan Amazon. Otomatisasi ini secara signifikan mengurangi waktu pemrosesan pesanan. Selain itu, masalah pergudangan di antaranya adalah memiliki cukup pekerja untuk memenuhi permintaan yang terus menanjak, sehingga sistem otomatis adalah solusi yang menarik.

  1. Face Recognition (Pengenalan Wajah)

Sejumlah retailers top memiliki kehadiran online dan offline. Teknologi pengenalan wajah membantu pengecer secara proaktif dalam memerangi pengutilan dan kejahatan ritel lainnya. Selain itu, dapat menuntun konsumen dari pengalaman belanja online ke lokasi gedung peritel. Ketika pelanggan diidentifikasi melalui teknologi facial recognition, staf toko dapat langsung respon kepada kebutuhan unik pelanggan dengan lebih baik.

  1. Stock Management

Otomatisasi pergudangan membantu meningkatkan kontrol stok barang (inventory control). Alih-alih menunggu inventarisasi secara manual, robotik cerdas dan sistem komputer menyimpan data stok yang lebih dapat diandalkan secara real-time. Data yang akurat ini membantu pengecer mengelola aliran stok, membuat prediksi yang kuat, keputusan yang cerdas, dan proyeksi yang akan meningkatkan keuntungan toko. Manajemen persediaan bahan baku, barang dalam proses, dan barang jadi yang lebih baik akan mengurangi limbah pembuangan, kerusakan, dan bahkan pencurian.

  1. Robotic Store Assistants (Robot Asisten Toko)

Tren teknologi lain yang mengubah belanja adalah robot asisten toko. Robot seperti Pepper dapat membantu pembeli menemukan barang yang mereka cari dan menjawab pertanyaan. Mereka bahkan dapat mengirim email spesifikasi penawaran atau kupon. Contohnya, toko perlengkapan rumah, Lowe’s yang memiliki LoweBot untuk membantu layanan pelanggan di dalam toko.

  1. Customer Chat Bots

Sejauh ini telah ada adopsi cepat untuk bot layanan pelanggan berbasis pesan (messaging) di berbagai ritel. Dikabarkan 50% dari perusahaan Fortune 5000 telah bereksperimen dengan memakai chat bot. Messaging telah menjadi saluran layanan pelanggan yang favorit. Bot kecerdasan buatan dapat meningkatkan pengalaman pelanggan pada sebelum dan sesudah penjualan, dengan membantu pelanggan memecahkan masalah setelah penjualan, tanpa campur tangan manusia.

  1. Internet of Things (IoT) and Smart Equipment

Internet of Things dan perangkat pintar akan mengubah pengalaman berbelanja. Dengan volume data yang sudah ada dan kemampuan mengolahnya, konsumen sekarang dapat menerima pengalaman berbelanja yang lebih personal dari yang sebelumnya tidak mungkin. Konsumen dewasa ini menginginkan pengalaman yang mencakup personalisasi dan informasi untuk membantu mereka mengambil keputusan. Teknologi Internet of Things membantu toko menyampaikan pengalaman ini kepada pelanggan. Sementara, perangkat pintar seperti rak yang dilengkapi sensor dapat melacak inventarisasi sehingga mengubah operasi ritel.

Analis Vibiz Research Center melihat bahwa apa yang disajikan di atas ini merupakan bagian dari adopsi perkembangan teknologi yang begitu cepat. Semuanya berubah. Tetapi ini sekaligus merupakan strategi agar para pelaku bisnis ritel tidak ambruk di era serbuan belanja digital dewasa ini. Memang retailers seyogyanya memiliki platform offline dan online sekaligus. Tetapi lebih dari, kesepuluh tren ini dapat dipersiapkan dan diaplikasikan oleh para peritel kita agar jadi yang terdepan dan diminati oleh para pelanggan.

Yang jelas, Indonesia sudah memiliki populasi penduduk yang sangat besar, melek teknologi smartphone, PDB yang didominasi konsumsi, serta dengan PDB per kapita yang terus meningkat. Itu semua sudah cukup alasan untuk bisnis ritel tetap bertumbuh di negeri ini. Tentunya disertai dengan sentuhan teknologi terkini.

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here