Bursa Asia Akhir Pekan Merosot Terpengaruh Ketegangan AS-China Terkait Hong Kong

428

(Vibiznews – Index) Bursa Saham di Asia berakhir rendah pada akhir pekan hari Jumat (29/11) terpicu kekhawatiran perkembangan perdagangan AS-China setelah meningkatnya ketegangan baru AS-China terkait Hong Kong.

Indeks Hang Seng Hong Kong memimpin kerugian di antara pasar utama secara regional dengan merosot 2,03% menjadi ditutup pada 26.346,49, dengan saham perusahaan asuransi jiwa AIA turun 2,24%.

Saham China Daratan tergelincir, dengan indeks Shanghai turun 0,61% menjadi sekitar 2.871,98 dan indeks Shenzhen juga turun 0,42% menjadi 9.582,16.

Indeks Nikkei 225 Jepang tergelincir 0,49% menjadi ditutup pada 23.293,91 sementara indeks Topix turun 0,51% untuk mengakhiri hari perdagangannya di 1,699,36.

Indeks Kospi Korea Selatan turun 1,45% menjadi ditutup pada 2.087,96 karena saham pembuat mobil Hyundai Motor turun 2,42%. Bank of Korea mengumumkan pada hari Jumat keputusannya untuk mempertahankan suku bunga acuan stabil di 1,25%, sesuai dengan perkiraan para ekonom dalam jajak pendapat Reuters.

Sedangkan indeks ASX 200 di Australia turun 0,26% untuk mengakhiri hari perdagangannya di 6.846.00.

Menyusul penandatanganan RUU oleh Presiden AS Donald Trump untuk mendukung pengunjuk rasa Hong Kong pada hari Rabu, investor terus menilai dampak potensial pada negosiasi perdagangan yang sedang berlangsung antara Washington dan Beijing. Tiongkok mengecam keras tindakan AS, dengan Kementerian Luar Negeri negara itu mengatakan Kamis bahwa Washington memiliki niat jahat.

Peristiwa tersebut datang menyusul kesepakatan perdagangan “fase satu” yang diantisipasi antara AS dan China tetap sulit dipahami menjelang 15 Desember, ketika tarif tambahan untuk ekspor Tiongkok ke AS akan mulai berlaku.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bursa Asia akan terus mencermati perkembangan kesepakatan dagang AS-China, yang jika masih belum menemui kepastian dan bahkan jika ketegangan karena Hong Kong terus berlanjut, akan menekan bursa Asia. Sementar itu pada akhir pekan ini akan ada data China yaitu NBS Manufacturing dan Non Manufacturing PMI November, yang jika melemah akan dapat menekan bursa Asia.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here