Harga Minyak Sawit Turun, Ekspor ke India Menurun

147

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak sawit turun pada penutupan hari Senin turun dari tertingginya dua tahun pada sesi sebelumnya  akibat melemahnya ekspor.

Harga minyak sawit pada Bursa Malaysia Derivatives Exchanger ditutup turun 0.4% menjadi 2,733 ringgit ($655.40) per ton setelah naik ke tertinggi pada hari Jumat 2,744 ringgit setelah Indonesia memutuskan mengurangi pemakaian bahan bakar fossil.

Ada koreksi karena overbuying pada sesi sebelumnya dan melemahnya ekspor membuat harga minyak sawit turun.

Ekspor minyak sawit Malaysia pada bulan Nopember turun 7.4% dari bulan sebelumnya menurut cargo surveyor Amspec Malaysia pada hari Sabtu.

Turunnya harga terhenti karena minyak nabati saingan, minyak kedelai di CBOT dan Dalian Commodities Excahange.

Harga minyak sawit Januari di Dalian naik 0.3% sementara harga minyak kedelai di CBOT naik 0.2% . Harga minyak kedelai Januari di Dalian turun 0.9%.

Turunnya Ekspor ke India

India sebagai pembeli minyak nabati terbesar di dunia, akan mengganti minyak sawit dengan minyak nabati lainnya karena harga minyak sawit naik 30% dari harga terendah bulan lalu. Harga minyak sawit  selisihnya sudah sedikit dengan harga minyak kedelai bahkan sudah diatas harga minyak kedelai sehingga minyak sawit tidak lagi bisa memakai  julukan  sebagai minyak nabati termurah .

Dengan kenaikan harga minyak sawit membuat  India tidak cepat-cepat membeli minyak sawit.

India akan mengurangi impor minyak sawit pada tiga bulan terakhir sejak Desember, penurunan terbesar  dari penjualan ke negara Asia Selatan akan menghentikan rally dari harga minyak sawit. Import India terutama berasal dari Indonesia dan Malaysia, negara produsen minyak sawit terbesar dunia.

Harga minyak sawit naik sejak Juli karena perkiraan Indonesia akan meningkatkan konsumsi biodiesel.

Import India bisa turun 15% dalam tiga bulan dari 1 Desember dibanding setahun lalu, namun ada beberapa Analis pembelian akan turun 7.5% menjadi 2.2 juta ton.

Import minyak sawit  dari negara Asia Selatan  diperkirakan 70%  dari minyak nabati, namun  apabila kena dingin maka minyak sawit mengental dan keruh, sehingga  pada saat musim dingin  pembeli terpaksa mengalihkan ke minyak nabati lainnya yang transparan dan tidak mengkristal.

Walaupun harga minyak sawit masih lebih murah dari minyak kedelai,  tapi perbedaan harga menjad $18 per ton dari $150 pada bulan Oktober. Perbedaan yang kecil ini membuat banyak pembeli beralih.

Analisa tehnikal support pertama di $2,560 dan berikut ke $2,510 sedangkan resistant pertama di $2,750 dan berikut ke $2,780.

Loni T / Analyst Vibiz Research Centre – Vibiz Consulting Group

Editor : Asido

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here