Rekomendasi Forex EUR/USD 9 – 13 Desember 2019

296

(Vibiznews-Forex) EUR/USD akhirnya bangkit dan naik ke ketinggian 4 minggu yang baru di 1.1115, walaupun tetap kehilangan banyak dari keuntungannya setelah keluarnya data “employment” AS yang mengejutkan secara positip. Minat spekulatif berada pada posisi dibawah selama banyak hari pada minggu lalu, bosan dengan komentar-komentar penguatan tanpa kemajuan yang riil dalam hubungan dagang AS dengan Cina.

Memulai minggu lalu, Presiden AS Donald Trump memberikan bea masuk kekiri dan kekanan. Amerika Selatan dan Uni Eropa menderita ancaman dengan Trump mengumumkan tarif tiba-tiba atas impor metal dasar yang datang dari Brazil dan Argentina dan mengancam Perancis dengan tarif sampai 100% atas pajak jasa digital yang baru dari Perancis.

Pemerintah AS, termasuk Trump, mencoba menuangkan air dingin pada pertengahan minggu, dengan tumbangnya Wall Street, namun usaha mereka kurang dapat membalikkan sentimen pasar yang sudah keburu negatif. Ketakutan akan meningkatnya perang dagang secara global akan tetap mendominasi para investor.

Dolar AS memulai minggu lalu dengan mengalami pukulan setelah rilis PMI ISM dengan indeks manufaktur turun ke 48.1, sementara indeks non-manufaktur jatuh ke 53.9, kedua-duanya meleset dari ekspektasi dan dibawah dari sebelumnya.

Dolar AS berhasil pulih sebagian dengan laporan Non­­­-Farm Payroll menunjukkan bahwa AS menambah 266.000 pekerjaan baru pada bulan November, jauh lebih baik daripada yang diperkirakan sebesar 180.000. Tingkat pengangguran turun ke 3.5% terendah selama 5 dekade. Upah bercampur dengan penambahan perbulan hanya 0.2%, namun bertambah 3.1% dalam setahun, sedikit lebih baik daripada yang diperkirakan sebesar 3%. Laporan ini mengangkat naik dolar AS, lebih banyak karena aksi ambil untung menjelang akhir minggu daripada memicu kekuatan dolar AS yang sesungguhnya.

Di Uni Eropa tidak ada yang cukup baik untuk mendorong naik matauang bersama Eropa dengan sedikit revisi naik Markit PMI dihapus oleh buruknya Penjualan Ritel, yang turun 0.6% pada bulan Oktober, dan GDP kuartal ke3 dikonfirmasi pada pertumbuhan kecil 0.2%. Terlebih lagi, Industrial Production dan Order Faktori Jerman terus turun pada bulan Oktober, menunjukkan permulaan kuartal ke 4 yang suram di Jerman.

Minggu ini akan ada data inflasi AS. AS akan merilis angka inflasi tepat sebelum keputusan dari the Fed keluar. Consumer Price Index (CPI) Inti pada bulan Oktober jatuh ke 2.3% dan kemungkinan bisa membuat kegelisahan pada laporan bulan November. Data signifikan yang akan dirilis pada hari Jumat minggu ini adalah Penjualan Ritel. Konsumsi telah menjadi penyangga ekonomi AS dalam bulan-bulan belakangan ini. Kenaikan yang moderat pada bulan Oktober kemungkinan akan diikuti oleh angka yang serupa antara 3%-4% pada bulan November.

Walaupun demikian bintang di minggu ini adalah Mrs Christine Lagarde, yang akan memulai debutnya sebagai kepala ECB. Kamis minggu ini, dia akan memberikan arah dari bank sentral Uni Eropa untuk 4 tahun ke depan. Pasar akan segera memperhitungkan di dalam resiko apa saja yang akan dia usulkan dan pergerakan yang besar diperkirakan terjadi di EUR.

EUR/USD diperdagangkan di zona harga 1.1060. Secara tehnikal pasangan matauang ini tidak lagi memiliki ruangan untuk memperpanjang keuntungannya setelah melewati 1.1100. “Support” terdekat berada pada 1.1050 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1030 dan kemudian 1.0990. Sedangkan “resistance” terdekat berada pada 1.1115 yang apabila berhasil ditembus akan lanjut ke 1.1130 dan kemudian 1.1180.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here