Harga Karet Naik Karena Perkebunan Karet Terserang Jamur

751

(Vibiznews – Commodity) – Harga karet masih naik pada penutupan pasar hari Selasa karena permintaan meningkat dan perkebunan karet diserang wabah jamur.

Harga karet Mei di TOCOM naik 1.1 yen (0.56%) menjadi 198.4 yen.

Harga RSS-3 di Thailand turun 67 sen menjadi $159.50 per 100 kg. Harga SMR-20 di Malaysia naik $1.05 menjadi $149 per 100 kg.

Harga karet Desember di Indian Commodity Exchange naik ke tertinggi tiga bulan menjadi 13,535 rupees per 100 kg. Kontrak Desember ditutup di 13,499 rupee per 100 kg naik 1 % dari level sebelumnya.

Harga karet alam naik di pasar spot karena permintaan dari domestik meningkat, karena perkiraan permintaan akan meningkat dari industri kendaraan bermotor.

Kenaikan harga di India karena pengaruh dari TOCOM  yang harganya naik 0.56%. Kenaikan dari harga di TOCOM dipengaruhi oleh harga di Shanghai Futures Exchange.

Laporan dari Thailand, daerah  perkebunan karet akan dikurangi 20%  untuk 20 tahun ke depan.

Thailand adalah produsen karet alam terbesar dunia, produksinya 40% dari  produksi global.

Perkebunan karet di Thailand, Indonesia dan Malaysia sedang diserang jamur, di Indonesia perkebunan yang diserang 380,000 Ha, di Thailand 52,000 ha dan di Malaysia 5,000 ha. Wabah jamur akan mengurangi produksi 70% sampai 90%.

Analisa tehnikal untuk karet support pertama di 165.94 yen dan berikut 163.87 yen sedangkan resistant pertama di 171.54 yen dan berikut ke 175.07 yen.

Loni  T / Analyst Vibiz Research Centre – Vibiz Consulting Group

Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here