Harga Minyak Amerika Ambruk Dari Keuntungan 7 Persen

262

(Vibiznews – Commodity) – Mengakhiri perdagangan komoditas energy internasional sesi Amerika awal pekan hari Selasa (10/12), harga minyak mentah berjangka Amerika dan juga acuan internasional retreat setelah selama sepekan bergerak cukup tinggi. Anjloknya harga minyak tertekan rilis data ekspor barang dan jasa China menyusut selama empat bulan berturut-turut.

Harga  minyak berjangka Amerika atau minyak West Texas Intermediate turun 25 sen, atau 0,43% menjadi $ 58,83 per barel setelah naik sekitar 7% minggu lalu pada prospek produksi yang lebih rendah dari OPEC +.

Demikian juga dengan minyak berjangka acuan internasional jenis Brent berjangka turun 31 sen, atau 0,49% pada $ 63,98 per barel  setelah naik sekitar 3% minggu lalu di tengah berita bahwa OPEC dan sekutunya akan memperdalam penurunan produksi.

Bea cukai China merilis pada hari Minggu data ekspor  bulan November yang turun 1,1% dari tahun sebelumnya – yang merupakan pembalikan tajam dari ekspektasi untuk kenaikan 1%. Namun untuk impor justru menunjukkan peningkatan, khususnya  impor minyak mentah China melonjak ke rekor.

Untuk pergerakan selanjutnya, harga minyak mentah berjangka WTI akan meluncur ke posisi support di 58,70 – 58,48. Namun jika berbalik arah akan mendaki menuju posisi resisten di 58,90 – 59,25.

Jul Allens, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here