Skandal Boris Memberikan Kesempatan Untuk Membeli GBP/USD Dari Bawah

203

(Vibiznews-Forex) Perdana Menteri Boris Johnson menghindar untuk berbicara mengenai National Health Sevice dan mengubah subyek di dalam interview televise yang menjadi viral, yang menguntungkan lawannya pemimpin partai Buruh Jeremy Corbyn.

Hari yang buruk atas Perdana Menteri telah menghentikan kenaikan Sterling, dengan para investor lebih memilih

Kemenangan partai Konservatif secara langsung, yang menjanjikan kebijakan yang ramah pasar.

Data Inggris yang keluar juga menahan pergerakan naik poundsterling. Gross Domestic Product (GDP) Inggris tetap datar pada bulan Oktober dibawah 0.1% yang diperkirakan. Data produksi manufaktur memberikan kejutan dan mengatasi yang diperkirakan dengan kenaikan 0.2% pada bulan Oktober.

Meskipun demikian fokus pasar tetap pada pemilihan dan hasil proyeksi mereka – yang terus menunjukkan Johnson mengungguli jauh di depan. Penghitung pemilihan Inggris menunjukkan kesenjangan sebesar 9.7%. untuk partai pemerintah. Jika para pengamat pasar menunjukkan hasil yang stabil, GBP/USD memiliki ruang untuk naik.

Alasan lainnya untuk kenaikan adalah optimisme dalam perang dagang AS-Cina. Sonny Perdue, Sekretaris Agrikultur dari AS mengatakan dia tidak melihat Washington akan mengenakan tarif baru atas Beijing pada tanggal 15 Desember. Pembicaraan antara kedua negara dengan perekonomian terbesar di dunia ini terus berlanjut dengan tenggat waktu pengenaan tarif yang baru mengintai. Presiden Donald Trump juga tetap optimis, dengan mengatakan negosiasi berjalan dengan sangat baik.

Secara tehnikal pasangan matauang ini sedang diperdagangkan dan menikmati momentum kenaikan. “Resistance” terdekat ada pada 1.3181yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3200 dan kemudian 1.3275. Sedangkan “support” awal berada pada 1.3130 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3100 dan kemudian 1.3050.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here