Harga Minyak Sawit Turun Dari Harga Tertingginya

331

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak sawit di Bursa Malaysia Derivatif mengalami penurunan karena melemahnya permintaan dan turunnya persediaan.

Harga minyak sawit Februari di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 22 ringgit, atau 0.8% menjadi 2,881 ringgit ($690.89) per ton. Harga minyak sawit naik tertinggi sejak Februari 2017 pada sesi sebelumnya di 2,930 ringgit.

Harga minyak sawit turun karena Laporan Malaysian Palm Oil  Board (MPOB)   melemahnya ekspor dari 1-10 Desember.

Laporan MPOB pada hari Selasa mengatakan persediaan minyak sawit turun ke terendah tiga bulan di bulan Nopember karena penurunan produksi sementara ekspor turun karena melemahnya pembelian dari importir besar.  Penurunan  ini lebih rendah dari perkiraan. Persediaan turun 2.26 juta ton turun 4.1% dari bulan sebelumnya.

Dibanding dengan suryey dari Reuter perkiraan persediaan turun 5.7% menjadi 2.22 juta ton.

Ekspor minyak sawit dan produknya dari 1 – 10 Desember turun 11.4% menjadi 376,659 ton dari 425,010 ton yang dikirim 1- 10 Nopember menurut Societe Generale de Surveillance pada hari Selasa.

Turunya harga minyak sawit juga karena melemahnya minyak nabati lainnya di Dalian Commodities Exchange dan di Chicago Board of Trade.

Harga minyak kedelai di Dalian turun 0.8% dan harga minyak sawit turun 1.2%. Harga minyak kedelai di CBOT turun 0.3%.

Analisa tehnikal untuk minyak sawit support pertama di RM2,855 dan berikut ke RM2,753 sedangkan resistant pertama di RM3,010 dan berikut ke RM3,062.

Loni T / Analyst Vibiz Research Centre – Vibiz Consulting Group

Editor :  Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here