Bursa Saham Asia Akhir Pekan Optimis Dengan Deal AS-China, Indeks Utama Rally

261

(Vibiznews – Index) – Bursa saham Asia akhir pekan  membukukan keuntungan kuat pada perdagangan hari Jumat (13/12) setelah China mengatakan pihaknya berkomitmen untuk menyelesaikan masalah perdagangan dan Partai Konservatif Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengklaim mayoritas kuat di Parlemen.

Saham-saham China menguat ketika tweet Presiden AS Donald Trump bahwa AS dan China mendekati kesepakatan  besar yang membantu meredakan kekhawatiran investor atas eskalasi konflik perdagangan. Indeks Shanghai Composite naik 51,98 poin, atau 1,78 persen, menjadi 2.967,68 sementara indeks Hang Seng Hong Kong bertambah 2,57 persen menjadi berakhir pada 27.687,76.

Bursa saham Jepang melonjak ke level tertinggi 14 bulan karena saham yang terkait dengan semi-konduktor memperpanjang reli mereka pada laporan bahwa Washington dan Beijing telah mencapai kesepakatan perdagangan “fase satu” pada prinsipnya. Indeks  Nikkei melonjak 598,29 poin, atau 2,55 persen, menjadi 24.023,10, mencapai level tertinggi sejak Oktober tahun lalu.

Investor menghiraukan  survei Tankan triwulanan Bank Jepang pada sentimen bisnis yang menunjukkan bahwa manufaktur besar di Jepang melemah lagi pada kuartal keempat tahun 2019.  Demikian juga dengan rilis data produksi industri Jepang turun lebih dari yang diperkirakan pada bulan Oktober, turun 4,5 persen bulan ke bulan di bulan Oktober.

Perdagangan saham di bursa Seoul mencapai posisi tertinggi tujuh bulan, dengan indeks Kospi naik 32,90 poin  atau 1,54 persen menjadi 2.170,25 di belakang laporan bahwa China telah mencapai tahap pertama dari kesepakatan perdagangan dengan AS.

Namun untuk perdagangan saham kawasan pasifik mixed, dengan bursa saham  Australia menguat oleh kekuatan  saham logam dan pertambangan. Indeks  ASX 200 naik 30,90 poin, atau 0,46 persen, menjadi 6.739,70  ditopang kekuatan saham kelas berat pertambangan BHP dan Rio Tinto masing-masing naik 1,9 persen dan 1,6 persen.

Bursa saham Selandia Baru berakhir lebih rendah setelah survei menunjukkan aktivitas manufaktur di negara itu melambat pada bulan November. Indeks acuan  NZX 50 berakhir turun 66,39 poin, atau 0,59 persen, pada 11.241,59. Saham pengecer bahan bakar Saham Z Energy anjlok 12,8 persen setelah pengecer bahan bakar itu memangkas pedoman pendapatan setahun penuh yang mencerminkan margin ritel yang rendah.

Indeks Komposit KLSE Malaysia naik 0,4 persen setelah data resmi menunjukkan tingkat pengangguran negara itu turun menjadi 3,2 persen pada Oktober dari 3,3 persen pada September.

Melihat pergerakan bursa saham Indonesia, indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat sangat signifikan dengan kenaikan 0,98 persen ke posisi 6197,31. Indeks ini ditekan kuat oleh anjlok parahnya saham sektor aneka industri dan tambang.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here