Perdagangan Saham di Bursa Asia Cetak Untung, Indeks NZX Profit Taking

244

(Vibiznews – Index) – Perdagangan saham di bursa Asia melonjak pada sesi Jumat pagi  (13/12) menyusul berita bahwa pemerintah Washington dan Beijing telah sepakat pada kesepakatan perdagangan fase satu pada prinsipnya, sambil menunggu persetujuan Presiden AS Donald Trump.

Perdagangan saham di bursa Jepang melonjak  dengan indeks Nikkei 225 naik 2,43% karena saham indeks kelas berat Fast Retailing melonjak sekitar 4%. Indeks Topix menguat 1,66%. Sementara itu, survei Tankan Bank Jepang dirilis Jumat menunjukkan kepercayaan bisnis di antara produsen besar negara itu terjun ke level terendah dalam lebih dari enam tahun.

Bursa saham China daratan naik di perdagangan pagi, dengan indeks komposit Shanghai dan komponen Shenzhen masing-masing naik lebih dari 1%. Indeks Komposit Shenzhen juga naik 0,984%. Indeks Hang Seng Hong Kong juga melonjak 1,76% dengan  saham Tencent dan HSBC masing-masing melonjak lebih dari 2%.

Rally saham di bursa  Korea Selatan juga masih berlanjut dengan indeks Kospi bergerak sangat kuat dengan kenaikan  1,3% lebih tinggi dari perdagangan sebelumnya. Kekuatan indeks ditopang oleh lonjakan saham pembuat chip SK Hynix yang meroket lebih dari 4%.

Dikawasan pasifik, bursa saham  Australia juga naik dengan indeks ASX 200 naik 0,59% ditopang oleh lonjakan  saham penambang utama seperti BHP dengan kenaikan  melampaui 2%. Namun terjadi profit taking di bursa saham New Zealand dengan indeks NZX 50 melemah 0,13%.

Pergerakan positif juga terjadi pada perdagangan saham di bursa efek Jakarta, dengan indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat cukup signifikan. Indeks menguat 0,6 persen dengan dukungan kuat saham sektor manufkatur dan infrastruktur.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here