IHSG Senin Pagi Menguat 24 Poin ke 6221; Bursa Asia Mixed Setelah Melejit

162

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di awal pekan Senin pagi ini (16/12) terpantau menguat lagi 0,40% atau 24,510 poin ke level 6.221,961 setelah dibuka melandai ke level 6.197,314. IHSG menguat terdorong sentimen positif damai dagang, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya variatif sekalipun telah muncul optimisme deal dagang fase satu.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini terpantau melemah 0,09% ke level Rp 13.998, dengan dollar AS di pasar uang Asia tampak turun di pasar uang Asia setelah rebound sebelumnya, tertekan dengan perkembangan deal fase pertama nego dagang AS – China serta penguatan pound sterling dari hasil pemilu di Inggris. Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 13.985.

Mengawali perdagangannya, IHSG turun tipis 0,004 poin ke level 6.197. Indeks LQ45 menguat 0,3 poin (0,03%) ke level 997. Pagi ini IHSG terpantau menguat 0,40% atau 24,510 poin ke level 6.221,961. Sementara LQ45 terlihat naik 0,56% atau 5,614 poin ke level 1003,265.

Tercatat saat ini sebanyak 162 saham naik, 80 saham turun dan 126 saham stagnan.

Sementara itu, bursa Wall Street yang ditutup Sabtu subuh ini berakhir menguat terbatas dengan investor menantikan final keputusan dagang US-China yang dijadwalkan pada 15 Desember ini. Sedangkan, bursa regional pagi ini terlihat mixed, di antaranya Nikkei yang merosot 0,02%, dan Indeks Hang Seng yang turun 0,14%.

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini terdongkrak sentimen damai dagang AS – China, sementara bursa regional Asia justru terkoreksi sebagian setelah melejit akhir minggu lalu dengan konfirmasi deal dagang fase satu. Berikutnya IHSG nampaknya masih bisa menguat tetapi dengan tempo yang tertahan karena diintip profit taking, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.274 dan 6.304. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.023, dan bila tembus ke level 5.939.

 Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here