Harga Minyak Sawit Kembali Naik Di Awal Minggu

172

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak sawit naik lebih dari 1% pada hari Senin, kenaikan penurunan tajam pada minggu lalu, didukung oleh persediaan sedikit dan mengikuti kenaikan harga minyak kedelai.

Harga minyak sawit Maret di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 33 ringgit atau 1.2% menjadi $2,878 ringgit ($690.17). Pada hari Jumat harga sempat turun 1.3% karena profit taking dan penguatan ringgit.

Harga minyak sawit rally 35% selama dua bulan, sempat mencapai tertinggi sejak bulan Februari 2017 di 11 Desember. Harga turun hari Jumat sebagai respon dari kenaikan pajak ekspor, namun harga kembali naik peningkatan harga minyak kedelai di CBOT.

Malaysia sebagai produsen kedua dunia dan eksportir minyak sawit meningkatkan pajak ekspor terhadap minyak sawit pada bulan Januari, pertama kali sejak satu  setengah tahun menurut MPOB pada hari Jumat. Malaysia memperkirakan harga referensi untuk pengenaan pajak adalah sebesar 2,571.16 ringgit ($616.59) per ton bulan depan.

Curah hujan yang sedikit dari negara produsen terbesar di Indonesia dan Malaysia pada tahun ini membuat hasilnya berkurang pada pertengahan 2020, menurut perkiraan dari trader dan analis.

Persediaan minyak sawit Malaysi turun ke tiga bulan terendah di Nopember karena penurunan produksi, dan ekspor juga turun  terutama penurunan ekspor ke India.  Namun penurunan ekspor lebih lambat dari perkiraan.

Ekspor minyak sawit Malaysia dari 1- 15 Desember turun antara 17.3 -18.6% dari bulan lalu, menurut data dari cargo surveyors.

Harga minyak kedelai di Dalian turun 0.03% , sementara harga minyak sawit juga turun 0.6% sedangkan harga minyak kedelai naik di CBOT 1.2%.

Harga minyak kedelai  AS naik 1%  ke satu bulan tertinggi di Washington dan Cina karena perjanjian dagang  antara Cina dan AS akan segera ditandatangani dan  membuat Cina akan membeli lebih banyak produk pertanian AS.  Harga Minyak sawit sangat dipengaruhi oleh pergerakan dari harga minyak kedelai sebagai minyak nabati saingannya.

India sebagai negara pengimpor terbesar minyak sawit Malaysia sudah menandatangani perjanjian antara kedua negara dan India akan menurunkan bea masuk untuk refined palm oil menjadi sebesar 37.5%  di 2020.

Analisa tehnikal untuk minyak sawit support pertama $2,653 dan berikut $2,549 sedangkan resistant pertama di $2,898 dan berikut ke $2,939.

Loni T / Analyst Vibiz Research Centre – Vibiz Consulting Group

 

Editor :  Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here