Berapa Harga Minyak Termahal 2019?; Akankah Semakin Mahal Tahun 2020?

779

(Vibiznews – Column) Memasuki akhir tahun 2019 ini harga minyak mentah AS mencapai tertinggi 3 bulan di atas $ 60 pasca tercapainya kesepakatan perdagangan fase satu AS-China.

Tapi berapakah sebenarnya posisi tertinggi harga minyak tahun 2019 ini?

Pada hari Senin, 16 September 2019 harga minyak mentah AS melonjak hingga 14,7% pada $ 62,90 per barel. Itu adalah lonjakan terbesar sejak Januari 2009.

Lonjakan harga minyak terjadi setelah serangan dahsyat di jantung produksi minyak Arab Saudi selama akhir pekan mengejutkan pasar dan dapat mengganggu pasokan minyak mentah global untuk beberapa waktu.

Serangan pesawat tak berawak terkoordinasi pada hari Sabtu pada fasilitas minyak utama Arab Saudi mengganggu sekitar setengah dari kapasitas minyak kerajaan, atau 5% dari pasokan minyak global setiap hari. Lokasi adalah pabrik pengolahan minyak terbesar di dunia. Menteri Energi Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman mengatakan bahwa 5,7 juta barel per hari produksi minyak mentah dan gas telah terpengaruh.

Fasilitas minyak Saudi Aramco milik negara rusak parah dalam serangan dan mengembalikan produksi ke tingkat pra-serangan mereka “akan memakan waktu berminggu-minggu, bukan berhari-hari,” menurut dua sumber Saudi yang akrab dengan operasi minyak kerajaan.

Dampak jangka panjang dari goncangan terhadap pasar minyak akan tergantung pada berapa lama yang dibutuhkan Saudi Aramco untuk sepenuhnya kembali online.

Harga awalnya sempat melonjak sebanyak 18% tetapi mundur setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Minggu malam bahwa ia telah mengizinkan penggunaan minyak dari pasokan minyak darurat negara itu. Trump mengatakan minyak dari Strategic Petroleum Reserve, atau SPR, akan digunakan untuk menjaga agar pasar tetap terpasok dengan baik. Cadangan AS adalah cadangan minyak terbesar.

Lonjakan harga minyak disambut dengan rally saham-saham energi pada waktu itu. Di bursa Wall Street, perusahaan eksplorasi minyak Apache Corp (APA) adalah pemain terbaik di S&P, naik hampir 17%. Produsen minyak dan gas Chesapeake Energy (CHK) melonjak 16%. Energi menjadi satu-satunya sektor positif dalam S&P.
Saham Chevron (CVX) dan Exxon Mobil (XOM) pada indeks Dow Jones menjadi di antara yang berkinerja terbaik.

Di Bursa Eropa, saham energi termasuk BP (BP) dan Royal Dutch Shell (RDSA), termasuk di antara yang berkinerja terbaik di FTSE 100 London (UKX).

Di Pasar Asia, CNOOC, produsen minyak lepas pantai terbesar China, melonjak 8,7% di Hong Kong, menjadikannya pemain terbaik di Hang Seng. PetroChina, komponen Hang Seng (HSI) lainnya dan produsen minyak dan gas terbesar di Asia, naik 7,4%.

Bagaimana mengakhiri tahun ini dan memasuki tahun yang baru 2020, apakah harga minyak akan terus melonjak?

Jika melihat sentimen penggerak pasar minyak, paling tidak ada 2 sentimen positif yang dapat mengangkat harga minyak.

Sentimen Positif : Penurunan Produksi OPEC dan sekutu-sekutunya.

Pengurangan produksi yang lebih dalam datang dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutu seperti Rusia, yang dikenal sebagai OPEC +, dapat terus mendukung sentimen pasar dan mencegah penurunan harga yang lebih besar.

OPEC dan sekutunya, yang telah memangkas produksi sebesar 1,2 juta barel per hari (bph) sejak 1 Januari tahun ini, akan membuat pengurangan pasokan minyak lebih lanjut sebesar 500.000 bph dari 1 Januari 2020 untuk mendukung pasar.

Sentimen Positif : Kesepakatan perdagangan fase satu AS-China

Pada hari Jumat, Washington dan Beijing mengumumkan kesepakatan perdagangan fase satu. Pejabat A.S. mengatakan beberapa tarif akan dikurangi dengan imbalan lompatan besar pembelian produk pertanian Amerika dan barang-barang lainnya di Tiongkok.

Perjanjian tersebut menghindari $ 160 miliar tambahan tarif AS untuk barang-barang Tiongkok yang akan dimulai pada akhir pekan.

Pada hari Minggu, Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer mengatakan kesepakatan itu akan hampir dua kali lipat ekspor AS ke China selama dua tahun dan “benar-benar selesai” meskipun perlu terjemahan dan revisi teks.

Kemajuan perdagangan dapat meningkatkan permintaan minyak, meskipun pasar masih menimbang manfaat dari kesepakatan itu.

 

Sentimen Negatif : Peningkatan Produksi dan Pasokan AS

Namun tetap saja terdapat sentimen negatif potensial yang seringkali mengganggu penguatan harga minyak yaitu peningkatan produksi dan pasokan minyak mentah AS.

Laporan American Petroleum Institute (API) kemarin menunjukkan persediaan minyak mentah AS naik 4,7 juta barel dalam sepekan hingga 13 Desember menjadi 452 juta, dibandingkan dengan ekspektasi analis untuk penarikan 1,3 juta barel.

Masih akan ada lagi laporan pasokan minyak mentah mingguan AS oleh EIA malam ini. Juga laporan data pasokan minyak mentah sekali lagi pada minggu depan baik dari API maupun EIA.

Sentimen Negatif : Ketidakpastian Ekonomi Global

Ketidakpastian pergerakan ekonomi global juga masih menjadi perhatian pelaku pasar minyak.

Data ekonomi AS dan China, Ketidakpastian Brexit, Keputusan suku bunga AS, perkembangan lanjutan kesepakatan dagang AS-China, paling tidak masih menjadi perhatian utama pelaku pasar global, dan bisa jadi terjadi lagi sentimen geopolitik di berbagai negara yang dapat mempengaruhi pasar seperti kondisi politik AS, gelombang protes di Hong Kong, ketegangan Timur Tengah dan lainnya.

Dengan adanya sentimen negatif yang cukup kuat, diperkirakan kenaikan harga minyak akan terus dibatasi dan sulit untuk melonjak sangat tinggi.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here