Meski Stok Bensin Amerika Melimpah, Harga Minyak WTI Semakin Mahal

302

(Vibiznews – Commodity) – Persediaan bensin dan minyak sulingan dilaporkan sedang melimpah pada periode pekan lalu, namun harga minyak WTI Amerika terus menanjak. Pasalnya EIA juga melaporkan pasokan minyak mentah secara keseluruhan di negeri tersebut turun cukup banyak.

Energy Information Administration (EIA) melaporkan pasokan minyak mentah AS turun 1,1 juta barel dalam sepekan hingga 13 Desember menjadi 446,8 juta barel, setelah pekan sebelumnya meningkat 800000 barel.  Namun untuk pasokan bensin meningkat  sebesar 2,5 juta barel menjadi 237,3 juta barel, sedangkan minyak suling lainnya tumbuh  1,5 juta barel menjadi 125,1 juta barel.

Mengakhiri perdagangan sesi Amerika Kamis pagi (19/12), harga minyak mentah berjangka Brent yang merupakan acuan internasional turun 25 sen atau 0,39 persen menjadi $66,13 per barel, sementara itu harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate turun 19 sen atau 0,32 persen ke posisi $60.94.

Harga minyak tersebut sempat terpangkas sebelumnya setelah merespon laporan yang berlawanan dari American Petroleum Institute (API), dimana telah terjadi penumpukan stok minyak mentah AS hingga membengkak sebesar 4,7 juta barel pekan lalu menjadi 452 juta barel.

Sebagai informasi, harga minyak  telah naik lebih dari 1% pada sesi sebelumnya setelah pengumuman penting pekan lalu dari apa yang disebut kesepakatan perdagangan Fase 1 AS-China, yang mengangkat prospek ekonomi global dan meningkatkan prospek permintaan energi.

Untuk pergerakan selanjutnya, harga minyak mentah berjangka WTI diperkirakan alami profit taking dan akan meluncur ke posisi support di 60,23 – 59,80. Namun jika berbalik arah akan naik kembali menuju posisi resisten di 61,50 – 62,15.

Jul Allens, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here