Market Outlook, 23-27 December 2019 “Damai Dagang, Damai Natal”

693

(Vibiznews – Editor’s Note) – Minggu lalu IHSG di pasar modal Indonesia terpantau menguat di minggu ketiganya terdorong aksi beli investor asing, sementara bursa kawasan Asia sebaliknya banyak didera profit taking setelah deal fase 1 nego dagang AS – China. Secara mingguan IHSG ditutup menguat signifikan 1.40% ke level 6,284.372. Untuk minggu berikutnya (23-27 Desember 2019), dipotong libur Natal pada 24-25 Desember, IHSG kemungkinan dalam pergerakan yang agak terbatas karena minggu sempit, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di 6304 dan kemudian 6348, sedangkan support level di posisi 6139 dan kemudian 6095.

Mata uang rupiah terhadap dollar AS pekan lalu terpantau berlanjut menguat di minggu yang ketiga, sementara dollar global berupaya rebound setelah tertekan selama 2 minggu sebelumnya, sehingga rupiah secara mingguan menguat 0.05% ke level Rp 13,978. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan masih tetap turun, atau bias positif bagi rupiah meski terbatas karena minggu liburan, dalam range antara resistance di level 14,045 dan 14,135, sementara support di level Rp13,955 dan Rp13,905.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting. Tetapi akan jauh lebih sedikit karena minggu libur perayaan Natal. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

  • Dari kawasan Amerika: berupa rilis data Core Durable Goods Orders pada Senin malam; disambung dengan rilis Crude Oil Inventories pada Jumat malam.
  • Dari kawasan Eropa dan Inggris: tidak ada rilis data karena minggu libur perayaan Natal.
  • Dari kawasan Asia Australia: tidak ada rilis data karena minggu libur perayaan Natal.

 

 Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara umum bangkit menguat oleh data pertumbuhan ekonomi AS yang baik yang semakin menegaskan tipis kemungkinan pemangangkasan bunga kembali, dimana indeks dolar AS secara mingguan berakhir menguat tipis ke 97.68. Sementara itu, pekan lalu euro terhadap dollar terpantau melemah ke 1.1078. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.1201 dan kemudian 1.1251, sementara support pada 1.1040 dan 1.0981.

Pound sterling minggu lalu terlihat melemah tajam ke level 1.3000 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.3515 dan kemudian 1.3619, sedangkan support pada 1.2877 dan 1.2824. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir menguat ke level 109.44.  Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 109.73 dan 109.94, serta support pada 108.25 serta level 107.89. Sementara itu, Aussie dollar terpantau menguat tipis ke level 0.6897. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.6939 dan 0.7059, sementara support level di 0.6797 dan 0.6752.

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum terkoreksi setelah penguatan signifikan minggu sebelumnya, ditekan aksi profit taking dengan terbatasnya data ekonomi. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau berakhir terkoreksi ke level 23,816. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 24091 dan 24286, sementara support pada level 23044 dan lalu 22726. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir melemah ke level 27,871. Minggu ini akan berada antara level resistance di 27970 dan 28290, sementara support di 26355 dan 25995.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau berakhir menguat dalam rekor oleh data ekonomi yang kuat dan pernyataan Trump tentang kemajuan pembicaraan dagang AS-China. Indeks Dow Jones secara mingguan menguat ke level 28,454.55, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 28608 dan 28750, sementara support di level 27804 dan 27562. Index S&P 500 minggu lalu menguat tipis ke level 3,221.23, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 3225 dan 3300, sementara support pada level 3156 dan 3126.

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau masih menanjak terbatas oleh investor yang memilih emas sebagai backup bila saham merosot, sehingga harga emas spot menguat tipis ke level $1,478.08 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistant di $1486 dan berikut $1494, serta support pada $1458 dan $1450.

Memasuki akhir tahun 2019, apa yang akan terjadi di pasar investasi? Volume pasar biasanya berkurang karena para trader dan investor global sedang berlibur dalam suasana Natal dan Tahun Baru. Namun belum tentu pasar tidak bergerak atau “range-bound” saja. Ada kalanya ini kesempatan bagi sejumlah investor kakap untuk menggerakkan pasar selagi volume agak sepi. Kita lihat saja nanti. Masih ada kesempatan berinvestasi bagi Anda di akhir tahun. Bagi Anda yang mau berlibur, tentunya ini kesempatan yang manis bersama dengan keluarga. Kami sampaikan “Selamat Hari Natal, 25-26 Desember 2019 dan Selamat Tahun Baru 2020”. Tetap sukses bagi Anda, pembaca setia Vibiznews!

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here