Review Mingguan Harga Karet

602

(Vibiznews – Commodity) – Pada akhir minggu ini hari Jumat naik di TOCOM dan di ICEX sedangkan di Thailand dan Malaysia harga karet turun.

Harga karet alam Mei di TOCOM naik 0.3% menjadi 193.9 yen per kg.

Harga RSS- Di Thailand turun 45 sen menjadi $161.20 per 100 kg menurut Rubber Board. Harga karet di Malaysia SMR-20 naik 95 sen menjadi $144.20 per 100 kg.

Harga karet di Indian Commodity Exchange berakhir naik karena mengikuti kenaikan Tokyo Commodity Exchange.  Harga karet di ICEX naik 0.2%  menjadi 13,350 ruppee per 100 kg.

Harga karet pada minggu ini turun dari harga tertinggi lima bulannya pada minggu lalu.

Harga karet di TOCOM pada hari Kamis 5 Desember naik 5% ke tertinggi lima bulan, karena kenaikan di pasar Shanghai mendorong pembelian baru karena negosiasi AS dan Cina  semakin baik setelah pidato Presiden AS Donald Trump.

Harga karet di TOCOM pada Kamis 5 Desember sempat naik ke harga 198.3 yen tertinggi sejak 24 Juni. Kenaikan tersebut adalah yang kenaikan terbesar satu hari sejak  Juni 2017.

Faktor-faktor yang menggerakan kenaikan harga karet adalah sebagai berikut:

  • Assosiasi Negara Produsen Karet Alam mengatakan produksi karet alam global dari Januari – Juli turun 7.3% tahun ini menjadi 7.04 juta ton.
  • Harga karet alam di TOCOM diperkirakan akan naik  karena produksi  Thailand, Indonesia dan Malaysia turun akibat wabah jamur menyerang daerah perkebunan. Produksi ke tiga negara 70% dari karet alam dunia.
  • Import karet Alam Cina mengalami kenaikan berdasarkan data yang dikeluarkan General Administration of Custom pada 8 Desember memperlihatkan import Cina untuk karet alam dan sintetis termasuk latex di bulan Nopember sebesar 636,000 ton kenaikan 27.2% dari 500,000 ton di bulan Oktober dan namun masih turun 5.6% dari 664,000 ton pada periode yang sama tahun lalu.
  • Dari Januari sampai Nopember impor Cina untuk karet alam dan karet sintetis termasuk latex sebesar 5,848,000 ton penurunan 7.8% dari tahun lalu pada periode yang sama.
  • Permintaan dari karet alam dunia mencapai 14 juta ton tahun lalu, dengan 92% dari jumlah ini diproduksi oleh 6 juta petani di Asia Tenggara dan Afrika.
  • Sesuai berita dari pemerintah Thai pada hari Rabu, Kabinet Thai telah menyetujui rencana 20 tahun dimana negara itu akan mengurangi area perkebunan karet 21% supaya dapat meningkatkan ekspor dua kali lipat.

Faktor – faktor yang membuat harga karet turun pada minggu ini :

  • Kenaikan dari harga karet pada minggu ini terhenti karena permintaan karet dari Cina berkurang karena melambatnya penjualan dari mobil di Cina. Asosiasi Pabrik Kendaraan Bermotor di Cina mengatakan bahwa penjualan berkurang 4% di Nopember.
  • Harga minyak mentah turun setelah data industry AS keluar dan data dari persediaan minyak yang besar sementara diharapkan permintaan menguat pada tahun depan membuat harga minyak mentah turun.
  • Melemahnya dolar membuat harganya lebih murah apabila di beli oleh negara-negara yang menggunakan dolar AS .Kurs dolar yen sebesar 109.44 yen dibanding 109.47 yen hari sebelumnya pada hari Kamis.

Harga karet terus membaik pada akhir tahun ini, karena produksi yang menurun, dan perkiraan di tahun depan harga masih akan meningkat lagi. Pergerakan harga minyak mentah akan sangat mempengaruhi harga karet, karena karet sintetis yang merupakan produk saingan bagi karet alam, salah satu bahan pembuatannya dari minyak mentah.

Loni T / Analyst Vibiz Research Centre – Vibiz Consulting Group

Editor : Asido

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here