Weekly Market Mover Soft Commodities : Coffee, Sugar, Cocoa

313

(Vibiznews – Commodity)  – Pada akhir minggu harga soft commodities ditutup mixed dengan kenaikan di harga kopi, sementara harga gula dan harga kakao turun.

Harga kopi Arabika ditutup naik pada penutupan pasar akhir minggu di hari Jumat setelah turun 1 ½ minggu terendah pada hari Kamis dan harga kopi Robusta juga naik dari harga terendah dua minggu pada hari Kamis. Turunnya harga kopi karena peningkatan margin requirement di ICE Futures Exchange.

Harga gula mengalami tekanan turun karena melemahnya real Brazil dan turunnya harga minyak mentah dan turunnya harga etanol. Harga gula di London rally tertinggi 9 ¾ bulan pada hari Kamis dan harga gula Maret naik tertinggi 13 ½ bulan tertinggi pada Jumat lalu

Harga kakao pada hari Jumat melanjutkan penurunannya karena melimpahnya persediaan ke harga terendah tiga bulan.

Faktor pengerak harga soft commodities pada minggu ini adalah sebagai berikut:

Harga kopi Arabika Maret di ICE New York pada hari  Jumat naik $3.50 (2.75%) menjadi $130.70 per pound dan di ICE London harga kopi Robusta naik 0.15%.

Faktor Penggerak Pasar Kopi :

  • Produksi kopi dunia (Okt – Sep) 2019/20 turun 0.9% dari tahun lalu menjadi 167.399 juta kantong menurut ICO
  • Konsumsi global naik 1.5% dari tahun lalu mencapai rekor 167.901 juta kantong menurut ICO
  • Pasar kopi dunia defisit 502,000 juta kantong, dari surplus 3.657 juta kantong 2018/19 menurut ICO.

Harga gula Maret di ICE New York turun 1 sen (0.07%) menjadi $13.54 per pound dan harga gula putih di ICE London tidak berubah.

Faktor Penggerak Pasar Sugar :

  • Produksi gula dunia (Apr – Mar) di 2019/20 turun 2.3% dari tahun lalu menjadi 172 MMT, setelah naik 0.6% mencapai rekor 185.2 MMT di 2018/19 menurut ISO.
  • Pasar gula dunia di 2019/20 akan defisit 6.1 MMT dari surplus 1.7 MMT di 2018/19 menurut ISO.
  • Produksi gula Brazil, negara produsen gula terbesar dunia di 2019/20 akan naik 17.4% dari tahun lalu menjadi 34.1 MMT setelah produksi di 2018/19 turun 17.2% dari tahun lalu ke terendah 11 tahun di 31.4 MMT menurut Conab.
  • Produksi gula India, negara produsen gula terbesar ke dua dunia turun 15% dari tahun lalu ke tiga tahun terendah di 28 MT karena kering dan tertundanya musim monsoon menurut India’s National Federation of Cooperative Sugar Factories Ltd.

Harga kakao Maret di ICE New York turun $18 (0.74%) menjadi $2,417 per ton dan harga kakao Maret di ICE London turun 0.23%.

Faktor Penggerak Pasar Kakao:

  • Produksi kakao dunia (Oktober – September) naik 3.9% dari tahun lalu mencapai rekor 4.834 MMT menurut ICCO.
  • Produksi kakao bubuk naik 4.6 % dari tahun lalu mencapai rekor 4.807 MMT menurut ICCO.
  • Pasar kakao dunia defisit 21,000 MT di 2018/19 dari surplus 8,000 di 2017/18.
  • Produksi kakao di Ivory Coast di 2018 /19 (panen utama di Okt – Mar, panen pertengahan dari Mei – Agt) naik 13% dari tahun lalu mencapai rekor 2.22 MMT
  • Produksi kakao Ghana 2018/19 ( panen utama Sept – Mar, panen pertengahan Mei – Agt) turun 7.8% dari tahun lalu menjadi 830,000 MMT menurut ICCO.

Menjelang libur akhir tahun para trader melakukan transaksi jangka pendek tidak mengambil risiko untuk membuat posisi terbuka, dan pergerakan harga juga tidak terlalu banyak karena bursa libur di akhir tahun di AS dan Eropa, sedangkan di Asia Jepang dan Cina masih berjalan seperti biasa.

Loni T / Analyst Vibiz Research Centre – Vibiz Consulting Group

Editor : Asido

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here