Review Mingguan Harga Minyak Sawit

529

(Vibiznews – Commodity)  – Harga minyak sawit pada minggu ini  sempat turun  pada hari  Rabu dan Kamis namun pada akhir minggu 20 Desember ini harga minyak sawit kembali naik.

Harga minyak sawit February di Bursa Malaysia Derivatif  pada hari Jumat 20 Desember naik RM46 menjadi RM2,915 per ton. Volume transaksi turun 37,426 lot dari 49,986 lot kemarin dan posisi terbuka turun 277,451 kontrak dari 286,974 kontrak sebelumnya.

Di Pasar Fisik, harga minyak sawit Desember naik menjadi RM2,950 per ton dari RM 2,900 per ton kemarin.

Kenaikan harga minyak sawit pada hari Jumat  terjadi karena Menteri Perindustrian Malaysia Teresa Kok Suh mengatakan program B20 biodiesel untuk angkutan umum diperkirakan akan digunakan tahun depan. Untuk program ini sudah dialokasikan RM35 juta yang akan meningkatkan harga CPO, dengan perkiraan harga akan naik RM 3,000 per ton.

Pada hari Rabu dan Kamis  (18 dan 19 Desember )  harga minyak sawit turun

  • Harga minyak sawit turun untuk dua hari karena perkiraan permintaan turun 10% -12% di Desember, dan India menaikan pajak untuk minyak nabati.
  • Ekspor minyak sawit Malaysia dari 1- 15 Desember turun antara 17.3 -18.6% dari bulan lalu, menurut data dari cargo surveyors
  • Malaysia produsen terbesar dunia ke dua dan eksportir minyak sawit meningkatkan pajak ekspor minyak sawit di Januari 2020, setelah satu tahun setengah bebas. Harga referensi dari minyak sawit tersebut di  2,571.16 ringgit ($616.59) perton.

Pada hari Senin dan Selasa ( 16 dan 17 Desember) harga minyak sawit naik  karena  produksi turun dari perkiraan dan turunnya persediaan di Malaysia dan Indonesia untuk bulan Desember sampai Maret.

Faktor Kenaikan harga minyak sawit pada awal minggu :

  • Malaysia memperkirakan persediaan dari minyak sawit pada akhir tahun sebesar 2.1 juta ton atau sama dengan persediaan sekarang 2.25 juta ton.
  • Rendahnya curah hujan dan sedikitnya pupuk membuat produsen minyak sawit Indonesia dan Malaysia akan memproduksi minyak sawit lebih kecil sampai semester pertama di 2020.
  • Persediaan minyak sawit Malaysia terendah tiga bulan pada bulan Nopember karena penurunan produksi, penurunan sedikit di banding perkiraan.
  • Hujan di Indonesia dan Malaysia kurang sehingga pada awal tahun depan produksi turun pada semester pertama 2020 menurut trader dan analis.
  • Harga minyak kedelai AS naik 1%  ke satu bulan tertinggi di Washington dan Cina karena perjanjian dagang  antara Cina dan AS akan segera ditandatangani dan  membuat Cina akan membeli lebih banyak produk pertanian AS.  Harga Minyak sawit sangat dipengaruhi oleh pergerakan dari harga minyak kedelai sebagai minyak nabati saingannya.
  • India sebagai negara pengimpor terbesar minyak sawit Malaysia sudah menandatangani perjanjian antara kedua negara dan India akan menurunkan bea masuk untuk refined palm oil menjadi sebesar 37.5% di 2020.

Kesimpulannya :

Sekalipun terjadi penurunan dari harga tertinggi tiga tahunnya namun harga minyak sawit masih dalam tren naik karena perkiraan produksi minyak sawit rendah pada tahun depan sampai pertengahan 2020 karena sedikitnya curah hujan dan pupuk yang dikurangi di Indonesia dan Malaysia.

Harga minyak sawit naik sejak Oktober dan mencapai tertinggi sejak Februari 2017 pada 11 Desember.Harga minyak sawit rally 35% selama dua bulan.

Loni T / Analyst Vibiz Research Centre – Vibiz Consulting Group

Editor : Asido

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here