Market Outlook, 30 December 2019 – 3 January 2020 “Optimisme Prospek Dagang”

384

(Vibiznews – Editor’s Note) – Minggu lalu IHSG di pasar modal Indonesia terpantau menguat lagi di minggu keempatnya seirama dengan bursa regional, sementara bursa kawasan Asia menguat di antara sejumlah bursa yang libur Natal oleh prospek dagang yang positif. Secara mingguan IHSG ditutup menguat 0.67% ke level 6,329.314. Secara bulanannya, IHSG telah mencatat kenaikan signifikan 5.09%. Untuk minggu berikutnya (30 Desember 2019 – 3 Januari 2020), dipotong libur Tahun Baru pada 31 Desember dan 1 Januari, IHSG kemungkinan masih dalam bias sentimen positifnya, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di 6348 dan kemudian 6414, sedangkan support level di posisi 6231 dan kemudian 6139.

Mata uang rupiah terhadap dollar AS pekan lalu terpantau berlanjut menguat di minggu yang keempat, sementara dollar global kembali tertekan melepaskan gain minggu sebelumnya, sehingga rupiah secara mingguan menguat 0.13% ke level Rp 13,950. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan masih tetap turun, atau bias positif bagi rupiah meski terbatas karena minggu liburan, dalam range antara resistance di level 14,045 dan 14,135, sementara support di level Rp13,905 dan Rp13,890.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting. Tetapi agak terbatas karena minggu libur perayaan Tahun Baru. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

  • Dari kawasan Amerika: berupa rilis data Chicago PMI pada Senin malam; disambung dengan rilis CB Consumer Confidence pada Selasa malam; berikutnya data ISM Manufacturing PMI pada Jumat malam dan FOMC Meeting Minutes pada Sabtu dini hari.
  • Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa rilis data Final Manufacturing PMI Inggris pada Kamis sore.
  • Dari kawasan Asia Australia: berupa rilis data Manufacturing PMI China pada Selasa pagi; diikuti dengan rilis Caixin Manufacturing PMI China pada Kamis pagi.

 

 

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara umum tertekan melemah oleh kembalinya appetite risiko investor di pasar yang tipis yang melepaskan portfolio safe haven currencies, dimana indeks dolar AS secara mingguan berakhir melemah ke 96.92. Sementara itu, pekan lalu euro terhadap dollar terpantau menguat ke 1.1176. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.1201 dan kemudian 1.1251, sementara support pada 1.1040 dan 1.0981.

Pound sterling minggu lalu terlihat menguat tipis ke level 1.3077 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.3515 dan kemudian 1.3619, sedangkan support pada 1.2905 dan 1.2877. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir flat ke level 109.43.  Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 109.73 dan 109.94, serta support pada 108.25 serta level 107.89. Sementara itu, Aussie dollar terpantau menguat ke level 0.6979. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.6988 dan 0.7059, sementara support level di 0.6837 dan 0.6797.

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum menguat oleh optimisme perkembangan dagang dunia, meskipun sebagian bursa dalam liburan Natal. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau berakhir menguat tipis ke level 23,837. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 24091 dan 24286, sementara support pada level 23044 dan lalu 22726. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir menguat ke level 28,225. Minggu ini akan berada antara level resistance di 28290 dan 28809, sementara support di 27405 dan 26355.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau kembali berakhir menguat dengan mencetak rekor oleh optimisme pasar akhir tahun karena damai dagang fase 1 AS-China. Indeks Dow Jones secara mingguan menguat ke level 28,645.26, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 28701 dan 28770, sementara support di level 27804 dan 27562. Index S&P 500 minggu lalu menguat ke level 3,240.02, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 3247 dan 3300, sementara support pada level 3156 dan 3126.

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau lanjut menanjak oleh merosotnya dollar di tengah perdagangan yang tipis dan bertengger di level 2 bulan tertingginya, sehingga harga emas spot menguat signifikan 1.48% ke level $1,511.03 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistant di $1518 dan berikut $1536, serta support pada $1470 dan $1458.

Melewati tahun yang penuh gejolak pasar, akhirnya kita bersama sekarang memasuki minggu peralihan tahun, dari 2019 ke 2020. Banyak pelajaran dapat diambil untuk kepentingan strategi investasi melewati fluktuasi pasar ini. Namun, tidak banyak investor punya waktu lebih untuk pelajari pasar secara detail karena kesibukan kerja dan yang lainnya. Untuk kebutuhan demikian, vibiznews.com harusnya menjadi jalan pintas untuk kapan saja dan setiap waktu mengetahui situasi tren pasar, baik dari sisi historis maupun outlook-nya. Bergabunglah bersama kami. Bagi Anda yang sudah, disampaikan terima kasih kami, partner sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!  Pada kesempatan ini, kami sampaikan juga bagi para pembaca: “Selamat Hari Natal” bagi yang merayakan dan Selamat Tahun Baru 2020” bagi kita semuanya. Kiranya Tuhan selalu beserta dengan kita.

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here