Serangan Udara AS ke Irak Menambah Kenaikan Harga Minyak Dunia

243

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak mentah berjangka bergerak lebih tinggi di tengah perdagangan awal pekan hari Senin (30/12) oleh meningkatnya tensi ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan laporan mingguan jumlah rig minyak di AS. Amerika Serikat diberitakan melakukan serangan udara ke gudang senjata  milisi Syiah di Irak.

Harga minyak mentah Brent naik 10 sen atau 0,15%, yang diperdagangkan pada $ 67,04.  Demikian harga minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 4 sen atau 0,08% ke posisi $ 61,88 per barel. Kedua tolok ukur harga minyak tersebut merupakan yang terkuat sejak 17 September.

Serangan udara AS ke milisi Syiah hari Minggu Siang diduga  sebagai pembalasan serangan roket ke markas tentara AS hari Jumat pekan lalu yang menewaskan seorang tentara bayaran  dan melukai empat prajurit.

Hal yang mendukung sentimen positif bagi kenaikan harga minyak adalah melemahnya dolar AS, pemangkasan pasokan global dan optimisme yang berhati-hati seputar kesepakatan perdagangan AS-Cina. Selanjutnya, laporan mingguan jumlah rig minyak AS dari Baker Hughes juga menandai penurunan delapan rig menjadi 677 untuk periode yang berakhir pada hari Jumat lalu.

Namun karena kondisi perdagangan akhir tahun yang tipis, kurangnya arahan yang jelas tentang perjanjian fase-satu AS-China dan tidak adanya data/peristiwa besar kemungkinan akan  membatasi pergerakan pasar.

Untuk pergerakan selanjutnya, harga minyak mentah berjangka WTI diperkirakan masih akan bergerak bullish dan  mendaki posisi resisten di 61,85 – 62,15. Namun jika alami retreat akan terkoreksi ke posisi support di 61.10 – 59,80.

Jul Allens, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here