Bursa Wall Street 2019 Cetak Rekor; Bagaimana Tahun 2020?

384

(Vibiznews – Index) Bursa Saham AS naik pada hari akhir perdagangan di tahun 2019 pada Selasa (31/12) yang membawa bursa Wall Street menutup tahun ke rekor tertinggi, mengatasi kekhawatiran tentang ekonomi dan pertarungan perdagangan dengan China.

Indeks S&P 500 naik 0,3% menjadi 3.230,78. Indeks Nasdaq juga naik 0,3% dan mengakhiri hari di 8.972,60. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup 76,30 poin lebih tinggi, atau 0,3% pada 28.538,44. Bahan dan energi adalah sektor berkinerja terbaik di S&P 500, masing-masing naik sekitar 0,7%. IBM, Cisco Systems dan Apple memimpin Dow lebih tinggi.

Indeks S&P 500 naik 28,9% untuk 2019, kenaikan satu tahun terbesar sejak 2013, ketika rally 29,6%.

Indeks Nasdaq juga memiliki kinerja satu tahun terbaik dalam enam tahun setelah rally 35,2% pada 2019.

Indeks Dow Jones naik 22,3% pada 2019, kinerja tahunan terbaik sejak 2017.

Saham melonjak pada 2019 meskipun perang perdagangan AS-China berlangsung 0karena Federal Reserve menurunkan suku bunga tiga kali sementara sentimen konsumen tetap tinggi. Ketegangan perdagangan juga menurun pada kuartal keempat setelah China dan AS sepakat untuk menandatangani apa yang disebut kesepakatan perdagangan fase satu.

Presiden Donald Trump kemudian mengatakan dia akan menandatangani perjanjian pada 15 Januari di Gedung Putih.

Apple dan Microsoft memimpin lebih tinggi untuk saham pada 2019, masing-masing mengumpulkan 86,2% dan 55,3%. Mereka adalah saham Dow berkinerja terbaik tahun ini dan menyumbang sekitar 15% dari keuntungan keseluruhan S&P 500 untuk 2019.

Pembuat Chip Advanced Micro Devices, Lam Research dan KLA Corp adalah saham S&P 500 dengan kinerja terbaik pada 2019. AMD dan Lam Research keduanya naik lebih dari 100% untuk tahun ini sementara KLA melonjak 99,1%. Pengecer Target dan rantai makan cepat-kasual Chipotle Mexican Grill juga menguat lebih dari 90% tahun ini.

Selasa juga menandai hari perdagangan terakhir dekade ini. Selama 10 tahun terakhir, S&P 500 telah melonjak lebih dari 188%.

Bagaimana untuk tahun 2020? Akankah Bursa Wall Street akan mencetak rekor lagi?

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan sentimen positif akan datang dari kesepakatan perdagangan AS-China dan data ekonomi AS. Namun pergolakan politik dengan adanya pemakzulan Presiden AS Donald Trump oleh DPR AS dapat memberikan pengaruh negatif juga bagi bursa AS. Tapi jika pemakzulan tersebut gagal, akan semakin menguatkan bursa Wall Street.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here