Pemulihan Kekuatan Dolar AS Berlanjut Oleh Konflik di Timur Tengah

329

(Vibiznews – Forex) – Kekuatan dolar AS terhadap enam mata uang utama lainnya yang diukur dari posisi indeks dolar masuki perdagangan sesi Eropa hari Jumat (03/01/2020)  tetap pada mode pemulihan. Kekuatan dolar AS sebelumnya mendapat manfaat dari konsolidasi akhir tahun,  ketegangan geopolitik terbaru dari Timur Tengah.

Pada sesi Asia terdapat berita AS melakukan serangan udara di Baghdad dan mengkonfirmasi pembunuhan Mayor Jenderal Iran Qassem Soleimani dan komandan milisi Irak Abu Mahdi al-Muhandis. Sebagai reaksi, pasar berbalik meninggalkan aset risiko karena  pergolakan yang parah antara AS dan Iran.

Kekhawatiran geopolitik tersebut memberikan tekanan pada perdagangan saham global dengan indeks berjangka  S&P 500 Futures dan posisi imbal hasil obligasi yang bergerak negatif.

Untuk pergerakan selanjutnya, pasar akan mengawasi berita  politik untuk mengukur bagaimana AS bereaksi terhadap ancaman Iran. Selain itu dari rilis data ekonomi, indeks PMI Manufaktur ISM bulan Desember serta risalah  FOMC terakhir yang menghiasi kalender ekonomi.

Sementara indeks ISM kemungkinan akan membaik, tetapi tetap di bawah 50,00, risalah FOMC diharapkan untuk mengulangi lagu terbaru Fed yang memuji kebijakan moneter saat ini dan menunggu petunjuk baru. Namun, nada hawkish sederhana juga diharapkan dan dapat membantu posisi dolar tetap positif.

Indeks dolar yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama melemah 0,01% pada 96,84 dan sempat turun ke posisi 96,50.  Demikian juga dengan indeks dolar berjangka sedang bergerak  turun 0,01% ke posisi 96,52.

Terhadap Euro, dolar menguat  menjadi $ 1,1159, Poundsterling melemah  sekitar 0,35% pada $ 1,3097. naik dari $ 1.2954. Terhadap Yen Jepang, dolar melemah sekitar 0,55%, dengan posisi 108,01 yen.

Dolar menguat sekitar 0,36% terhadap Aussie, dengan pair AUSUSD diperdagangkan di 0,6956. Namun terhadap loonie, turun 0,14% ke posisi 1.3109. Terhadap Franc Swiss, dolar naik 0,06% pada 0,9719.

Jul Allens, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here