Ancaman Iran Kepada Amerika Semakin Mahalkan Harga Minyak Mentah

474

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak mentah semakin  melonjak hingga naik ke posisi harga tertinggi dalam 9 bulan atau sudah naik lebih dari 2% pada perdagangan sesi Asia hari Senin (06/01/2020)  karena meningkatnya ketegangan di Timur Tengah menyusul kematian  komandan top Iran Qasem Soleimani.

Harga minyak mentah Brent kini naik $2,03 atau 2,95%  ke posisi  $ 70,58 setelah dibuka pada posisi harga $ 69,59 per barel. Sedangkan harga minyak mentah West Texas Intermediate AS naik $1,57 atau 2,49% ke posisi $ 64,47 per barel setelah dibuka pada posisi $ 63,61 per barel.

Pada hari Jumat lalu minyak Brent mencapai tertinggi lebih dari tiga bulan di $ 69,50, sementara itu WTI naik ke sesi tertinggi $ 64,09 – yang merupakan level tertinggi sejak April.

Pada hari Minggu siaran televisi pemerintah Iran mengatakan bahwa negara itu tidak akan lagi menghormati pembatasan pengayaan uranium yang ditetapkan dalam kesepakatan nuklir tahun 2015. Iran telah bersumpah untuk membalas terhadap AS, dan bentuk pembalasan ini akan menentukan langkah harga minyak selanjutnya.

Irak adalah produsen minyak terbesar kedua OPEC, memompa sekitar 4,6 juta barel per hari pada bulan Desember. Pada hari Minggu parlemen Irak mengeluarkan resolusi yang menyerukan pengusiran pasukan asing, yang menimbulkan pertanyaan tentang masa depan misi sekutu yang telah berhasil melawan   ISIS  dalam beberapa tahun terakhir.

Untuk pergerakan selanjutnya, harga minyak mentah berjangka WTI diperkirakan masih rally  dan  mendaki posisi resisten di 64,90 – 65,45. Namun jika alami sebaliknya  akan terkoreksi ke posisi support di 61.32 – 60.80.

Jul Allens, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here