Permintaan Karet Alam Diperkirakan Meningkat di 2020

1963

(Vibiznews – Commodity) – Perkiraan permintaan karet akan meningkat pada tahun 2020, membuat harga karet meningkat di TOCOM, dan di bursa-bursa Asia lainnya.

Permintaan karet dunia diharapkan naik 2.6% pada 2020 setelah pada tahun 2019 turun 1.5% dari 2018 data dari the International Rubber Study Group (IRSG)

Permintaan karet  rebound  karena  pertumbuhan 4.3%  dari sektor industri lain yang bukan ban sesuai laporan Industry Outlook dari IRSG’s World Rubber, sedangkan di sektor industri ban permintaan meningkat 1.5% tahun ini.

Permintaan turun di 2019 menjadi 28.7 juta metrik ton, menurut IRSG, pada tahun ini menjadi 29.5 juta ton dan 30.3 juta ton di 2021.

Sesuai dengan laporan itu, permintaan karet alam dunia di 2019 diperkirakan akan naik 0.1% dari 2018, menjadi 13.8 juta ton, sebelum naik 1.9% di 2020.

Permintaan karet sintetis di 2019 diperkirakan turun 2.8% dari 2018 menjadi 15 juta ton, dan rebound di 2020 sebesar 3.4%.

Harga karet Juni di TOCOM ditutup naik 0.2% menjadi 201.4 yen per kg.

Harga karet di TOCOM naik karena perkiraan output turun pada tahun ini. The International Tripartite Rubber Council, yang terdiri dari Thailand, Indonesia, dan Malaysia memperkirakan output karet turun 800,000 ton  karena wabah jamur.

Harga karet RSS-3 di Thailand naik $1.08 menjadi $161.55 per 100 kg dari Rubber Board data. Harga karet di Malaysia SMR-20 naik 70 sen menjadi $149.15 per 100 kg.

Harga karet di ICEX naik 0.3% menjadi 13,615 rupees per 100 kg, mencapai harga tertinggi tiga minggu di 13,630 rupees per 100 kg.

Impor karet alam India turun 16.8% pada bulan Nopember menjadi 36,907 ton.

Harga karet spot melanjutkan naik karena permintaan dari mobil diperkirakan akan meningkat.

Loni T / Analyst Vibiz Research Centre – Vibiz Consulting Group

Editor : Asido

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here