Pemerintah Terbitkan Global Bond Perdana 2020, Sukses Memperoleh Kupon Terendah

471

(Vibiznews – Bond) – Kementerian Keuangan menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) berdenominasi valuta asing (valas) atau global bond perdana di tahun 2020, dalam dua mata uang asing (dual-currency), USD dan euro.

Pemerintah menerbitkan obligasi global berdenominasi USD dalam dua seri, yaitu seri RI0230 senilai USD1,2 miliar dengan tenor 10 tahun, dan obligasi global seri dan RI0250 dengan nilai USD 800 juta dengan tenor 30 tahun. Sedangkan, global bond euro dengan seri RIEUR0227 terbit senilai € 1 miliar untuk tenor 7 tahun, demikian keterangan resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu, Kamis (9/01).

DJPPR dalam catatanya menyatakan, sebagai penerbitan SUN valuta asing pertama di tahun 2020, transaksi penjualan SUN dual-currency ini dilaksanakan pemerintah dengan memanfaatkan kondisi pasar keuangan yang relatif stabil dan sentimen yang kuat dari investor di awal tahun.

“Pemerintah juga  berhasil memperoleh kupon terendah sepanjang sejarah di pasar penerbitan SUN dalam mata uang USD dan Euro di tengah penguatan suku bunga dan credit spread  di Amerika Serikat (AS) setelah diumumkannya kesepakatan “Phase One” antara AS dan China di bulan Desember,” tambah DJPPR.

“Ini menunjukkan komitmen Pemerintah untuk senantiasa meningkatkan likuiditas pasar surat berharga baik bagi investor Amerika Serikat, Eropa, maupun global,” ungkap DJPPR.

Penerbitan ketiga seri SUN ini disebutkan akan dicatatkan pada Singapore Stock Exchange  dan  Frankfurt Stock Exchange. Global bond ini telah memperoleh peringkat Baa2 dari Moody’s , BBB dari  Standard & Poor’s,  dan BBB dari  Fitch.

Dalam transaksi ini, disebutkan Joint Bookrunners  adalah Citigroup, Deutsche Bank, Goldman Sachs, Mandiri Securities, dan Societe Generale, sedangkan yang bertindak sebagai  co-Managers  adalah PT Danareksa Sekuritas dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia.

Analis Vibiz Research Center melihat langkah pemerintah melakukan frontloading ini, atau penerbitan SBN dalam jumlah banyak di awal tahun untuk mengamankan pembiayaan anggaran tahun ini, sudah pas sekali timing-nya. Apalagi, Kemenkeu berhasil memperoleh kupon terendah sepanjang sejarah di pasar penerbitan SUN. Kejutan awal tahun, berupa kenaikan tensi geopolitik Timur Tengah berpotensi menaikkan yield obligasi yang membuat cost of fund bakal naik lebih tinggi lagi bila penerbitan SBN ditunda. Di sisi lain, kupon terendah ini menunjukkan kepercayaan pasar internasional terhadap solid-nya perekonomian dan ketahanan eksternal Indonesia.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here