Kegiatan Dunia Usaha Akhir 2019 Tetap Ekspansif; Lebih Tinggi dalam 3 Tahun Terakhir

235

(Vibiznews – Economy) – Bank Indonesia (BI) merilis hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang mengindikasikan ekspansi kegiatan dunia usaha pada triwulan IV 2019 tetap tumbuh positif, meskipun melambat dibandingkan dengan kegiatan usaha pada triwulan sebelumnya.

Perlambatan tersebut sejalan dengan pola historis perkembangan kegiatan usaha yang cenderung melambat pada akhir tahun. Hal ini tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) pada triwulan IV 2019 sebesar 7,79%, lebih rendah dari 13,39% pada triwulan sebelumnya, demikian menurut catatan resmi Departemen Komunikasi BI (13/01).

“Kegiatan usaha yang tetap tumbuh positif tersebut didorong oleh kegiatan usaha di sektor Keuangan, Real Estate dan Jasa Perusahaan, sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran, sektor Jasa-jasa, serta sektor Pengangkutan dan Komunikasi,” terang BI lagi.

Sumber: BI

Selanjutnya, sejalan dengan perkembangan kegiatan usaha tersebut, disebutkan bahwa kapasitas produksi terpakai dan penggunaan tenaga kerja pada triwulan IV 2019 tercatat lebih rendah dibandingkan dengan kondisi pada triwulan sebelumnya. Sementara itu, kondisi keuangan dunia usaha dari aspek likuiditas dan rentabilitas tetap baik, diikuti dengan akses kredit perbankan yang berjalan normal.

Sementara itu terkait kegiatan usaha pada triwulan I 2020, responden survai memprakirakan akan membaik. Hal ini terindikasi dari SBT prakiraan kegiatan usaha yang meningkat menjadi 10,70%. Peningkatan tersebut bersumber dari kegiatan usaha pada sektor Keuangan, Real Estate dan Jasa Perusahaan, sektor Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan, serta sektor Industri Pengolahan. Peningkatan tersebut juga diprakirakan akan diikuti oleh penggunaan tenaga kerja yang lebih tinggi.

Analis Vibiz Research Center melihat sekalipun ada pelambatan nilai SBT dari Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) akhir tahun 2019 ini dibandingkan triwulan sebelumnya, tetapi ini sesuai dengan pola tahun-tahun sebelumnya. Yaitu, turun di akhir tahun, lalu menanjak lagi di triwulan berikutnya. Umumnya juga mencapai SBT tertinggi pada triwulan kedua. Di samping itu, terpantau SBT triwulan IV 2019 ini relatif lebih tinggi dibandingkan triwulan yang sama pada 3 tahun terakhir.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here