Mayoritas Saham Asia Kuat, Bursa China Alami Kerugian Jelang Kesepakatan “Fase Satu”

183
bursa shanghai

(Vibiznews – Index) – Mengakhiri perdagangan saham kawasan Asia hari Selasa (14/01/2020), mayoritas indeks utama bursa Asia ditutup lebih tinggi  meskipun pasar saham Cina dan Hong Kong jatuh menjelang penandatanganan apa yang disebut kesepakatan perdagangan “Fase 1” antara Amerika Serikat dan China pada hari Rabu.

Yuan China melonjak dan aset safe-haven merosot setelah Amerika Serikat menghapus label manipulator mata uang yang ditetapkan pada China bulan Agustus lalu. Bursa saham China tergelincir dari level tertinggi dua tahun, indeks Shanghai Composite turun 8,75 poin, atau 0,28 persen, menjadi 3.106,82, sementara indeks Hang Seng Hong Kong berakhir turun 69,80 poin, atau 0,24 persen, pada 28.885,14.

Dalam berita ekonomi, ekspor China naik 7,6 persen tahunan dalam sebulan, menandai kenaikan pertama dalam ekspor negara itu sejak Juli 2019 dan tingkat pertumbuhan tercepat sejak Maret 2019. Pada saat yang sama, impor pada bulan tersebut tumbuh 16,3 persen dari tahun sebelumnya.

Bursa saham Jepang menguat setelah hari libur umum pada hari Senin dengan indeks Nikkei naik 174,60 poin, atau 0,73 persen, menjadi 24.025,17. Kenaikan indeks ditopang oleh kekuatan saham eksportir   karena  posisi yen bertahan di dekat level terendah delapan bulan terhadap dolar. Saham Sony melonjak 2,5 persen, Panasonic naik 1,7 persen, Suzuki Motor naik 1,3 persen dan Toyota Motor bertambah 1 persen.

Dalam berita ekonomi, Jepang membukukan surplus neraca berjalan 1.436,8 miliar yen pada November, naik 75 persen dari tahun lalu. Itu melampaui ekspektasi untuk surplus 1,424,8 miliar yen menyusul surplus 1,816,8 miliar yen pada Oktober.

Perdagangan saham di bursa Seoul berakhir lebih tinggi untuk hari keempat di tengah tanda-tanda membaiknya hubungan perdagangan antara Amerika Serikat dan Cina. Benchmark Kospi naik 9,62 poin, atau 0,43 persen menjadi 2.238,88, dipimpin oleh kekuatan saham produsen mobil.

Bursa saham Australia mencapai rekor tertinggi, dengan saham-saham keuangan dan pertambangan memimpin lonjakan. Indeks acuan  ASX 200 naik 58,50 poin, atau 0,85 persen, menjadi 6.962,20 . Demikian juga dengan bursa saham Selandia Baru naik terutama, dengan indeks acuan NZX-50 berakhir naik 81,46 poin, atau 0,71 persen, pada 11.625,13.

Sentimen positif di kawasan Asia ini turut memberikan kekuatan bagi  perdagangan  bursa saham Indonesia (BEI) dengan indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,46% dan saham-saham yang menjadi pendorong indeks dari sektor keuangan dan aneka industri.

Jul Allens, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here