Penandatanganan Kesepakatan Perdagangan AS-Cina Fase Pertama Akhirnya Terlaksana

176

(Vibiznews-Market Mover)  Permulaan 2020 yang luarbiasa. Pada akhir minggu kedua, setelah selesai liburan musim dingin, Presiden AS Donald Trump memerintahkan untuk membunuh Jendral Iran Qassem Suleimani, dengan tuduhan teroris yang haus darah. Pasar menjadi panik, assets safe haven diburu orang. Pembalasan oleh Iran cepat terjadi meskipun juga cepat berhenti sehingga terjadi de-eskalasi. Dolar AS terpukul sedikit pada hari Senin, namun sejak itu naik terus dan mengakhiri minggu lalu dengan nada yang kuat terhadap kebanyakan rival utamanya.

Non-Farm Payrolls AS bulan Desember turun dengan mengejutkan pada hari Jumat, hanya bertambah 145.000 dibandingkan dengan yang diperkirakan 164.000 pada bulan Desember, sementara tingkat pengangguran tetap di 3.5% – terendah dalam 50 tahun.Yang lebih penting lagi, upah hanya naik 2.9% setahun dibandingkan dengan yang diperkirakan sebesar 3.1%. Dengan pertumbuhan upah jatuh dibawah dari 3% untuk pertamakalinya sejak bulan Juli 2018, keprihatinan akan disinflasi menyergap pasar, membawa kepada penurunan dari imbal hasil treasury dan dolar AS. Meskipun demikian penurunan dolar AS yang terjadi hanya terbatas.

Bagaimana Dengan Market Mover Pada Minggu Ini ? 

Minggu ini penuh dengan event-event kunci yang harus diperhatikan, termasuk rilis data makro kunci, kemungkinan penandatanganan kesepakatan perdagangan AS-Cina fase pertama, dan ketegangan AS-Iran lebih jauh.

a. Perdagangan AS-Cina

Berita yang besar mengenai perdagangan adalah potensi akan ditandatanganinya kesepakatan perdagangan fase pertama antara AS dengan Cina pada hari Rabu. Pada hari Kamis minggu lalu, Presiden AS Donald Trump memberitahukan bahwa kesepakatan akan ditandatangani pada tanggal 15 Januari atau segera sesudahnya. Donald Trump pertamakali mengumumkan tanggal penandatanganan 15 Januari pada tanggal 31 Desember. Wakil Perdana Menteri Cina Liu He dikabarkan akan memimpin delegasi ke Washington untuk menandatangani kesepakatan perdagangan fase pertama.

Apa yang penting untuk diperhatikan pada penandatanganan adalah rincian tambahan mengenai kesepakatan itu sendiri.  Pada saat ini yang kita tahu komponen utama dari kesepakatan adalah bahwa AS setuju untuk tidak mengenakan tarif lebih jauh dan Cina setuju sebagai balasannya untuk menaikkan pembelian produk-produk agrikulturan AS. Sampai saat ini tidak jelas kapan naskah kesepakatan yang sepenuhnya akan dirilis.

b. Ketegangan AS-Iran

Meskipun ketegangan AS-Iran telah mereda pada minggu lalu, analis masih berhati-hati memonitor setiap perkembangan lebih jauh dan dampak mereka terhadap pasar. Masih ada kemungkinan ketegangan bisa kembali menyala, terlebih lagi dengan terjadinya demonstrasi besar-besaran di Iran setelah pemerintah Iran mengakui telah salah menembakkan rudal sehingga mengakibatkan jatuhnya pesawat penumpang Ukraina yang baru saja “take-off” dari Iran sehari setelah meninggalnya jendral top Iran Qassem Suleimani. Sementara Presiden AS Donald Trump telah mengirimkan Tweet yang memuji keberanian para demonstran Iran, mendukung pergerakan mereka,  memberikan semangat kepada mereka dan memperingati para pemimpin Iran untuk tidak membunuh para demonstran yang adalah rakyat Iran sendiri.

c. Data Makro Ekonomi AS

  1. Dari perspektif ekonomi, data inflasi akan menjadi sorotan pada minggu ini dengan akan keluarnya “Consumer Price Index” (CPI) pada hari Selasa dan “Producer Price Index” (PPI) pada hari Rabu. Consumer Price Index (CPI) inti merupakan angka yang paling signifikan di dalam inflasi. Diperkirakan akan tetap sama disekitar 2.3%. Setiap kenaikan akan mendorong dolar AS naik karena Federal Reserve memiliki ekspektasi inflasi yang rendah.
  2. Akan ada juga data manufaktur untuk dimonitor, baik New York Empire State Manufacturing Index pada hari Rabu yang diikuti oleh Philadelphia Fed Manufacturing Indeks pada hari Kamis. Ini penting karena kita telah meilhat manufaktur AS tidak berfungsi dengan bagus pada tahun kemarin. Apakah berlanjut ke tahun yang baru?
  3. Investor juga akan sibuk untuk memonitor data penjualan ritel AS pada hari Kamis, Setelah kenaikan yang lemah di bulan November, para ekonom memperkirakan kenaikan yang lebih signifikan di dalam penjualan ritel AS pada bulan Desember karena adanya perayaan hari Natal. Pada bulan November penjualan ritel umum bertambah 0.2% dan penjualan ritel inti 0.1%. Pada bulan Desember penjualan ritel umum diperkirakan naik menjadi 0.3% dan penjualan ritel inti naik menjadi 0.5%.
  4. Pada hari Jumat akan keluar data perumahan AS, termasuk “building permits” dan “housing starts”. Serta “Consumer Confidence” AS dari Universitas Michigan untuk tahun 2020 dimana diperkirakan akan naik dari 99.3 menjadi 99.4 yang merefleksikan keyakinan yang kuat.

Secara keseluruhan, diperkirakan data-data ekonomi AS yang keluar akan bagus. Sedikit “rebound” pada bulan Desember.

Pengaruh Terhadap Pergerakan Harga

a. Perdagangan AS-Cina

Dari medan perdagangan AS dengan Cina, kedua negara dengan perekonomian terbesar di dunia ini membuat kesepakatan pada pertengahan Desember tahun lalu, namun menahan untuk merilis dokumen lengkap. Pada penandatanganan kesepakatan perdagangan fase pertama ini, investor akan mengamati detil dari 86 halaman dari dokumen kesepakatan tersebut. Jika investor melihat kesepakatan hanyalah negosiasi yang bersifat sementara maka pasar akan terpukul dan dolar AS yang “safe-haven” akan meningkat permintaannya. Jika pasar puas dengan kesepakatan dan melihat fase yang kedua memungkinkan terjadi, harga saham akan meningkat, emas dan dolar AS akan terdorong turun.

b. Ketegangan AS-Iran

Masih ada kemungkinan besar ketegangan antara AS dengan Iran kembali menyala, jika hal ini terjadi maka harga emas akan naik lagi demikian juga “assets safe-haven” lainnya seperti Yen Jepang dan USD. Dengan naiknya USD maka GBP/USD dan EUR/USD akan terdorong turun.

c. Data Makro Ekonomi AS

Diperkirakan data-data ekonomi AS yang keluar akan bagus. Sedikit “rebound” pada bulan Desember, yang akan membuat USD mengalami kenaikan. Namun apabila angka yang keluar mengecewakan, maka hal ini positip bagi emas namun negatif bagi USD.

 

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here