Harga Minyak Sawit Malaysia Turun Dipicu Larangan Impor India

174

(Vibiznews – Commodity)  – Harga minyak sawit turun 2.8% penurunan terbesar dalam 8 bulan, karena larangan impor minyak sawit Malaysia oleh India

Harga minyak sawit Maret di Bursa Malaysia Derivatives Exchange ditutup turun 87 ringgit atau 2.8% menjadi  3,005 ringgit  penurunan pada hari ke dua. Penurunan terbesar sejak 2 Mei 2019.

India sebagai pembeli terbesar dari minyak nabati minggu lalu melarang impor refined palm oil dan secara informal memberikan instruksi kepada semua pedagang untuk tidak membeli  minyak sawit Malaysia.

Sebagai respon dari Pidato PM Malaysia yang tidak menyetujui  serangan India terhadap Kashmir,  India melarang impor minyak sawit dari Malaysia, namun PM Malaysia tetap pada pendiriannya.

Larangan impor India akan membuat terjadi peningkatan dari persediaan menurut MPOB dan jika ada pertambahan produksi di 2020 akibatnya akan terlihat pada kuartal ke dua 2020 dan akan membatasi kenaikan dari  harga CPO karena pasar sangat memperhatikan persediaan dari minyak  sawit.

Larangan impor India yang diumumkan tanggal 8 Januari minggu lalu akan berakibat ekspor CPO Malaysia berkurang 3 juta ton. Jumlah ini akan dialihkan India dengan membeli 3 juta ton minyak sawit ke Indonesia.

Menurut perkiraan MPOC di tahun 2020 persediaan minyak sawit masih akan sedikit karena produksi di Indonesia dan Malaysia yang berkurang ditambah dengan karena cuaca dan permintaan biodiesel B30 dan B20 yang meningkat.

Loni T / Analyst Vibiz Research Centre – Vibiz Consulting Group

Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here