Saham JP Morgan Sumbang Kekuatan Bursa Amerika Yang Diragukan CPI AS

211

(Vibiznews – Index) – Kinerja perdagangan saham di bursa Amerika awal pekan yang menggembirakan mundur oleh aksi profit taking pada mayoritas indeks utamanya. Bursa saham Wall Street ditutup Rabu (15/01/2020) mixed oleh tarik menarik sentimen pasar pasca laporan pendapatan perusahaan yang sebagaian besar kuat dan lemahnya data inflasi (CPI) AS sesuai harapan .

Indeks utama terpantau  menunjukkan kurangnya arah sepanjang sesi perdagangan  dengan menghabiskan hari itu bolak-balik melintasi garis yang tidak berubah sebelum akhirnya ditutup bervariasi dengan hanya Dow Jones yang menguat.

Indeks Dow Jones sempat mencapai rekor tertinggi intraday tetapi turun kembali dan hanya naik  32,62 poin atau 0,1 persen pada 28.939,67. Sementara itu, indeks Nasdaq dan indeks S&P 500 mundur dari rekor penutupan tertinggi,  Nasdaq merosot 22,60 poin atau 0,2 persen menjadi 9.251,33 dan S&P 500 turun 4,98 poin atau 0,2 persen menjadi 3.283,15.

Perdagangan yang berombak di Wall Street terjadi karena para pedagang tampaknya enggan untuk membuat langkah signifikan karena mereka mencerna hasil triwulanan dari beberapa perusahaan keuangan terkenal, serta laporan data inflasi yang lebih rendah dari periode sebelumnya yang sesuai harapan.

Saham JPMorgan Chase bergerak sangat kuat  setelah raksasa keuangan tersebut melaporkan hasil kuartal keempat yang lebih baik dari yang diharapkan. Demikian Citigroup juga menunjukkan pergerakan kuat ke atas setelah melaporkan hasil kuartal keempat yang mengalahkan estimasi analis di garis atas dan bawah.

Namun terjadi pergerakan sebaliknya pada saham Wells Fargo (WFC) yang bergerak turun tajam setelah raksasa perbankan tersebut  melaporkan hasil kuartal keempat yang tidak memenuhi harapan.

Harga saham sempat bergerak volatilitas  setelah sebuah laporan dari media setempat yang mengatakan tarif miliaran dolar barang-barang Cina kemungkinan akan tetap berlaku sampai setelah pemilihan AS di bulan November. Media tersebut mengutip pernyataan   setiap langkah untuk mengurangi tarif akan bergantung pada kepatuhan China dengan ketentuan perjanjian perdagangan fase satu yang akan ditandatangani pada hari Rabu.

Di bawah kesepakatan fase satu, AS akan membatalkan putaran tarif baru dan memotong tarif barang-barang Tiongkok senilai $ 120 miliar menjadi setengah hingga 7,5 persen, tetapi tarif 25 persen pada impor Cina senilai $ 250 miliar akan tetap berlaku.

Untuk laporan ekonomi,  Departemen Tenaga Kerja merilis data yang menunjukkan harga konsumen di AS naik sedikit kurang dari yang diantisipasi pada bulan Desember. Inflasi  naik 0,2 persen pada Desember setelah naik 0,3 persen pada November.  Demikian juga untuk inflasi inti naik tipis 0,1 persen pada Desember setelah naik 0,2 persen pada November. Harga inti telah diperkirakan akan naik 0,2 persen.

Melihat pergerakan saham secara sektoral, sebagian besar sektor utama mengakhiri hari dengan hanya menunjukkan pergerakan sederhana, dimana hanya saham-saham perangkat lunak dan tembakau yang ditutup merah.

Saham bioteknologi menunjukkan rebound signifikan setelah menghentikan uptrend yang terlihat pada sesi sebelumnya, dengan NYSE Arca Biotechnology Index melonjak 2,7 persen setelah jatuh 2 persen pada hari Senin. Demikian juga penguatan terjadi pada sektor emas, gas alam, dan transportasi.

Jul Allens, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here