Pengaruh Perjanjian Dagang AS – Cina terhadap Pasar Komoditas

435

(Vibiznews – Commodity) –  Dibawah ini akan dibahas pengaruh penandatanganan perjanjian dagang AS – Cina terhadap komoditas AS yang diimpor oleh Cina.

Setelah 18 bulan proses negosiasi untuk menghentikan perang dagang antara AS dan China, maka telah ditanda-tangani perjanjian tahap pertama pada Rabu 15 Januari 2020.

Cina dan Amerika Serikat telah menyetujui perjanjian perdagangan Tahap 1 pada 15 Januari tetapi Beijing belum mengurangi atau menghapuskan tarif pada komoditas apalagi untuk energi.

Dengan penandatangan perjanjian tersebut maka Cina mempunyai komitmen untuk mengabaikan atau menyesuaikan tariff bea masuk dari komoditas AS. Pada akhir tahun lalu AS menurunkan bea masuk dan Cina membalasnya dengan menunda pembebanan sampai 15 Desember.

Sebelum 15 Desember 2019 kesepakatan untuk jagung, sorghum, gandum, etanol dan  katoda tembaga  diberikan bea masuk tambahan 10% untuk  barang-barang yang dikirim ke Cina.

Propana, kapas, aluminium bekas, tembaga bekas, magnet dikenakan tambahan bea masuk 5%.

Adapun perincian komoditas- komoditasnya adalah sebagai berikut:

  • Minyak Mentah

Cina mengenakan tariff 5% untuk pengiriman minyak mentah sejak 1 September 2019, sejak minyak AS menjadi target perang dagang setahun lalu. Namun tariff  5% tidak berlaku dengan perjanjian fase 1.

Cina adalah importir minyak mentah terbesar sejak 2018 telah mengurangi pengiriman dari rekor di 2018.

Data impor Cina menurut bea cukai impor minyak mentah 11 bulan 2019 turun ke hampir setengah tahun 6.35 juta ton.

Pada penutupan pasar hari Rabu Harga minyak Brent futures yang juga acuan harga internasional turun 49 sen, atau 0,8%,  menjadi  $ 64,00 per barel, demikian juga harga minyak mentah West Texas Intermediate AS turun 42 sen, atau 0,7%, menjadi menetap di $ 57,81 per barel. Harga minyak tanah turun karena persediaan yang meningkat

  • Propana

Cina sudah menghapus tambahan tariff 5% untuk pengiriman propana AS yang mulai diberlakukan sejak 1 Desember 2019.

Bea masuk 25%  yang dikenakan Cina terhadap propana AS sejak 23  Agustus 2018 tetap diberlakukan. Tidak ada keringan baru  yang berlaku sejak 15 Januari.

Perusahaan Cina memproses petrokimia menjadi propiline.Impor di 2018 diperkirakan $2 milyar. Pengenaan tariff tersebut nyaris membunuh bisnis propane pada 11 bulan pertama 2019, dengan import dari AS 2,443 ton.

  • LIQUEFIED NATURAL GAS (LNG)

Cina mengenakan 10% tariff terhadap LNG dari AS sejak September 2018, dan dinaikkan menjadi 25% di Juni 2019.  Bea masuk tetap setelah 15 Januari.

Impor dari LNG dari AS untuk 11 bulan pertama 2019 sebesar 258,955 ton, turun dari 2.15 juta ton di 2018, menurut bea cukai Cina. Impor dari AS sangat kecil dibandingkan impor LNG total sebesar 53.85 juta ton.

Harga gas Alam turun  terendah 1 minggu karena suhu udara di AS meningkat, Harga gas alam ditutup turun hari Rabu turun 6.7 sen (3.06%)

  • METHANOL, ETHYLENE GLYCOL (MEG)

Cina mengenakan bea masuk 25% untuk methanol dan MEG di Juni 2019. Tidak diubah dengan perjanjian 15 Januari 2020.

Impor methanol AS dari Januari – Nopember 2019 turun menjadi109 ton dibanding 75,118  ton pada tahun 2018.

Impor  Cina hanya 69,600 ton MEG dari AS untuk 11 bulan pertama 2019, dibanding 147,890 ton setahun di 2018.

Impor dari AS adalah hanya sedikit  dari impor Januari – Nopember 2019  sebesar 9.7 juta ton dan dari  impor MEG 9.03 juta ton.

  • Kedelai

Tidak ada bea masuk yang diubah  pada tanggal 15 Januari untuk kedelai namun ada pembebasan tariff  pada bulan-bulan ini.

Bea masuk 25% dikenakan untuk impor kedelai AS sejak Juli  2018 sempat menghentikan semua pembelian dari  pembeli komersiil, tapi pabrik Cina kembali membeli dari pasar AS  setelah terjadinya genjatan senjata pada Desember 2018.  Pengenaan bea masuk tambahan 5%  berlaku sejak September . Pemerintah Cina akhirnya memberikan pembebasan  bea masuk untuk impor kedelai AS.

Cina membeli 13.85 juta ton kedelai AS dari Januari – Nopember turun 16.4% dari periode yang sama di 2018.

Harga kedelai Maret di CBOT turun 13.50 sen menjadi $9.2875 per bushel pada penutupan pasar hari Rabu, karena peningkatan produksi

  • Daging Babi

Impor daging babi dikenakan 72% setelah dimasukkan 12%  tambahan  untuk negara favorit . Bea masuk ini tidak ikut berubah pada 15 Januari, tapi Cina akan meningkatkan impor daging AS.

Berjangkitnya flu babi  di Cina mematikan banyak babi dan membuat harga daging lokal meningkat mencapai rekor.

Bea masuk untuk daging beku AS turun menjadi 68% dari 1 Januari setelah diturunkan  bea masuk untuk daging beku untuk semua negara.

AS mengexport daging ke Cina dan Hongkong naik 49% dari tahun lalu sejumlah $1.18 milyar dari Januari ke Nopember  2019.

Kesimpulan :

Penandatanganan perjanjian perdagangan fase 1 setidaknya mempersiapkan kesepakatan dagang fase berikutnya yang bisa membuat  perdagangan Cina dan AS akan kembali pulih.

Efek dari kesepakatan ini tidak dapat dirasakan langsung saat ini, tapi untuk beberapa komoditas dalam bulan depan akan memberikan pengaruh.

Pengaruh dari  kembalinya Cina membeli barang AS akan dirasakan oleh negara – negara Amerika Selatan dan Asia karena selama perang dagang Cina mengalihkan impornya ke negara-negara tersebut.

Loni  T / Analyst  Vibiz  Research Centre – Vibiz Consulting Group

Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here