Bursa Asia Awal Pekan Cetak Untung Lumayan

179

(Vibiznews – Index) –  Bursa saham Asia menutup perdagangan awal pekan hari Senin (20/01/2020) dengan keuntungan yang lumayan karena fokus pasar bergeser pada pengumuman laporan pendapatan dan putaran pertemuan kebijakan bank sentral yang dijadwalkan minggu ini.

Bursa saham China menguat karena People’s Bank of China mempertahankan suku bunga pinjaman satu tahun dan lima tahun tidak berubah untuk Januari. Suku bunga terakhir dikurangi pada bulan November, yang merupakan pengurangan pertama sejak suku bunga pinjaman baru diperkenalkan.

Indeks Shanghai Composite naik 20,29 poin atau 0,66 persen menjadi 3.095,79. Saham pariwisata anjlok di tengah kekhawatiran atas wabah koronavirus di negara ini. Indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,90 persen  berakhir pada 28.795,91.

Perdagangan saham Jepang naik untuk sesi ketiga berturut-turut, dengan sentimen yang mendasari dibantu oleh kemajuan rekor baru di bursa Wall Street dan yen yang lemah terhadap dolar. Indeks Nikkei naik 42,25 poin atau 0,18 persen menjadi 24.083,51 . Investor mengabaikan data resmi yang menunjukkan bahwa produksi industri Jepang turun sedikit lebih dari yang diperkirakan pada bulan November.

Produksi industri turun dengan penyesuaian musiman 1,0 persen bulan ke bulan di bulan November. Menurut perkiraan awal, produksi turun 0,9 persen. Pada basis tahunan, produksi industri turun 8,2 persen di November dibandingkan estimasi awal penurunan 8,1 persen.

Bursa saham Seoul naik untuk sesi ketiga berturut-turut yang  mencapai level tertinggi 15-bulan di belakang data positif AS yang dirilis semalam. Indeks  Kospi naik 0,54 persen menjadi 2.262,64, yang merupakan level tertinggi sejak 5 Oktober 2018. Saham perusahaan teknologi memimpin lonjakan, dengan Samsung Electronics kelas berat naik 1,8 persen di tengah harapan bahwa harga chip yang lebih tinggi akan mengarah pada peningkatan pendapatannya.

Pasar saham Australia naik untuk sesi kelima berturut-turut yang mencapai posisi rekor tertinggi baru, dengan saham perusahaan pertambangan dan energi melaju kencang. Indeks ASX 200 naik 15,40 poin, atau 0,22 persen, menjadi 7.079,50. Saham penambang menguat karena harga tembaga melayang di dekat tertinggi delapan bulan, saham BHP naik 1,6 persen sebelum merilis laporan produksi triwulanan. Saingannya Rio Tinto bertambah 0,9 persen setelah memperkirakan pengiriman bijih besi yang lebih tinggi pada tahun 2020 pada hari Jumat.

Keuntungan yang terjadi di bursa saham utama Asia tidak menjalar ke  perdagangan  bursa saham Indonesia (BEI), dimana indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup anjlok cukup signifikan  0,74% dan saham-saham yang menjadi penekan indeks dari sektor mining dan properti.

Jul Allens, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here