GBP/USD Mengalami Tekanan Dengan Inggris Menjauh Dari Perdagangan Uni Eropa

265

(Vibiznews-Forex) GBP/USD diperdagangkan disekitar 1.30, di level bawah. Inggris kemungkinan akan keluar dari peraturan perdagangan Uni Eropa setelah Brexit, memperlihatkan gambaran ekonomi dari industri Inggris yang rumit. Data dari Inggris pada minggu lalu masih terus membebani Sterling.

Data ini menguatkan lebih jauh kemungkinan untuk pemangkasan tingkat suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan kebijakan moneter pada tanggal 30 Januari. Hal ini muncul didasarkan atas meningkatnya keprihatinan pasar bahwa Inggris akan keluar dengan paksa dari Uni Eropa pada akhir tahun ini dan hal ini membebani Pounsterling Inggris dengan berat.

Pasangan matauang ini jatuh sekitar 110 pips dari ketinggian harian – melenyapkan kemenangan selama tiga hari berturut-turut dan selanjutnya ditambah dengan tekanan yang datang dari minat beli berkelanjutan atas dolar AS. “Greenback” tetap mengalami dukungan yang bagus oleh karena ekspektasi bahwa ekonomi AS akan terus berkembang dan mengurangi kemungkinan akan pemangkasan tingkat suku bunga lebih jauh oleh the Fed.

Pasangan matauang ini sempat menyentuh unjung batas bawah dalam rentang perdagangan harian dan tetap bertahan dibatas psikologis kunci 1.30. Ditengah absennya rilis data ekonomi penggerak pasar dari Inggris, setiap berita mengenai Brexit bisa mempengaruhi sentimen sekitar Sterling dan memberikan kesempatan trading yang berarti. Sementara bank-bank AS tutup dalam rangka memperingati hari Martin Luther King sehingga dinamika harga GBP akan terus bertindak sebagai penggerak eksklusif dari pasangan matauang ini.

“Support” terdekat berada pada 1.2985 yang apabila berhasil akan lanjut ke 1.2900 dan kemudian 1.2825. Sedangkan “resistance” terdekat berada di 1.3050 yang apabila berhasil ditembus akan lanjut ke 1.3085 dan kemudian 1.3165.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here