Bursa Jepang dan Australia Cetak Keuntungan Akhir Pekan

417

(Vibiznews – Index) – Bursa saham Asia mengakhiri perdagangan saham akhir pekan hari Jumat (24/01/2020) sebagian besar ditutup masih stabil setelah perdagangan hari sebelumnya dihajar virus corona di China. Sentimen positif hari ini datang dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang mengatakan wabah koronavirus di China belum merupakan keadaan darurat kesehatan global.

Jumlah korban tewas terjangkit virus Corona di China kini telah meningkat menjadi 26, sementara jumlah kasus yang dikonfirmasi melonjak menjadi 830 jiwa. Pasar saham di China, Korea Selatan dan Taiwan ditutup untuk liburan Tahun Baru Imlek. Indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,15 persen dalam sesi perdagangan singkat menjelang Tahun Tikus.

Bursa saham Jepang ditutup lebih tinggi setelah rilis data Inflasi Jepang meningkat pada bulan Desember tetapi tetap jauh di bawah target 2 persen. Inflasi harga konsumen meningkat menjadi 0,8 persen dari 0,5 persen sebulan lalu. Ini di atas perkiraan ekonom 0,7 persen. Secara terpisah, data flash dari IHS Markit mengungkapkan bahwa sektor swasta Jepang rebound pada awal 2020, didorong oleh ekspansi dalam output jasa. Indeks naik menjadi 51,1 pada Januari dari 48,6 pada Desember. Indeks Nikkei naik tipis 31,74 poin, atau 0,13 persen menjadi 23.827,18.

Pasar saham Australia mengakhiri minggu yang bergejolak di wilayah positif karena saham perawatan kesehatan menguat, mengimbangi kerugian di sektor pertambangan. Indeks ASX 200 berakhir sedikit lebih tinggi pada 7.090,50. Saham Perusahaan bioteknologi CSL dan Ansell, yang memproduksi sarung tangan industri dan pelindung medis, keduanya naik sekitar 1 persen di tengah wabah koronavirus. Saham tambang kelas berat, BHP dan Rio Tinto masing-masing turun 1,5 persen dan 2,8 persen. Data flash PMI menunjukkan output sektor swasta Australia menurun pada laju paling tajam sejak survei dimulai pada Mei 2016.

Bursa Saham Selandia Baru turun sedikit karena coronavirus yang menyebar cepat mengambil korban pada perusahaan terkait pariwisata dan prospek suku bunga yang lebih datar melemahkan permintaan untuk pembayar dividen tinggi seperti utilitas. Indeks acuan NZX 50 turun 23,3 poin, atau 0,2 persen, ke 11.877,81.

Sentimen positif di bursa utama Asia tidak menjalar ke bursa Indonesia, dimana IHSG akhir pekan ditutup di zona merah dengan turun tipis 0.08% atau 5.10 poin ke level 6244.10. Demikian juga indeks LQ45 yang akhirnya berhasil ditutup naik tipis 0.09% atau 0.91 poin ke level 1025.50.

Jul Allens/Senior Analyst Vibiz Research Center

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here