Emas Mengalami Kenaikan Dengan Meningkatnya Keprihatinan Akan Virus Corona

361

(Vibiznews-Commodity) Harga emas naik dan mengarah kepada ketinggian dua minggu. Metal “safe-haven” mendapatkan dorongan dari aksi jual di pasar saham AS yang sebagian dipicu oleh meningkatnya kekuatiran mengenai virus sejenis flu yang menyebar di Cina.

Emas berjangka bulan Februari naik $4.70 per ons pada $1,561.40. Harga perak Comex bulan Maret turun $0.028 pada $17.80 per ons.

Virus Corona yang melanda Cina sekarang telah membunuh paling sedikit 17 penduduk disana dengan Cina telah menutup kota Wuhan yang berpenduduk 10 juta orang. Laporan mengatakan bahwa kota yang lain di Cina juga ditutup. Paling sedikit satu kasus dari virus tersebut telah ditemukan di Amerika Serikat dan satu lagi dilaporkan di Singapore. Amerika Serikta telah memberikan advis kepada penduduk AS untuk mempertimbangkan kepergian ke area yang terpengaruh yang ada di Cina. Pasar sedang terus mengamati dengan seksama akan hal ini karena nampaknya sedang meningkat.

Ancaman perdagangan Presiden Trump terhadap Uni Eropa di dalam interview di Davos juga membuat para trader  Eropa menjadi gelisah.

European Central Bank (ECB) mengadakan pertemuan kebijakan moneternya dan sebagaimana dengan yang sudah diperkirakan, kebijakan moneternya tidak berubah. Pernyataan yang menyertai pertemuan kebijakan moneter ECB kebanyakan mengulangi kembali apa yang dikatakan pada bulan Desember, dimana para pembuat kebijakan memutuskan untuk mempertahankan kebijakan yang “sangat akomodatif” sepanjang diperlukan.

Secara tehnikal, obyektif  kenaikan harga emas adalah menembus “resistance” yang solid di $1,590.00 setelah terlebih dahulu melewati $1.568.80 dan kemudian $1,575.00. Sedangkan obyektif penurunan harga emas adalah menembus “support” yang solid di $1,536.40 setelah terlebih dahulu melewati $1,551.30 dan kemudian $1,546.00.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here