Preview Forex Eropa dan Amerika : Pengaruh Virus Corona China dan Tarif Impor Baja AS

260

(Vibiznews – Forex) – Memulai perdagangan forex sesi Asia hari Senin (27/01/2020)  dolar AS terpantau bergerak mixed di tengah kuatnya permintaan aset safe haven yang menerima sentimen negatif dari kondisi  kekhawatiran virus corona merusak perayaan Tahun Baru Imlek, ketegangan baru di Timur Tengah dan berita tarif impor aluminium dan baja.

Sesuai dengan berita terakhir, ada lebih dari 2.700 kasus orang yang terinfeksi coronavirus yang dikonfirmasi di China sementara jumlah internasional masih kabur. Namun banyak berita yang meragukan data tersebut, dimana pemerintah China dituduh menutupi data sebenarnya.

Kemudian di Timur Tengah,  kedutaan besar AS di Irak mendapatkan serangan roket pada Senin pagi.  Sementara itu pemerintah di Teheran menentang serangan semacam itu terhadap pasukan internasional.

Juga berkontribusi terhadap keengganan risiko pasar adalah berita Bloomberg bahwa pemerintahan Trump memperpanjang patokan aluminium dan tarif baja untuk beberapa barang impor lainnya.

Berikut katalis penggerak pasar  hari ini perlu diperhatikan:

  1. Selain katalis penggerak diatas, dari berita ekonomi pada sesi Eropa akan dirilis data German Ifo Business Climate dan pada sesi Amerika terdapat rilis data kinerja penjualan rumah baru di Amerika Serikat.
  2. Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun menurun untuk hari keempat berturut-turut.  Imbal hasil treasury 10-tahun AS turun  ke 1,64% dan di awal sesi sempat turun ke 1,625%.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here